Wapres Resmikan Sentra Kreasi Atensi bagi Eks Pemulung dan Tuna Wisma

Lis Yuliawati, Syaefullah
·Bacaan 3 menit

VIVA – Wakil Presiden Ma'ruf Amin meresmikan Sentra Kreasi Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) yang dikelola Kementerian Sosial, sekaligus meninjau rencana pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) bagi eks pemulung dan tuna wisma oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 18 Februari 2021.

"Dengan mengucapkan Bismillahir-rahmanirrahim, saya menyatakan Sentra Kreasi Atensi di Balai Karya Pangudi Luhur di Kota Bekasi ini secara resmi dibuka," kata Ma'ruf Amin.

Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Negara mempunyai tanggung jawab atas penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Program Sentra Kreasi Atensi dan rencana pembangunan rusunawa bagi eks pemulung dan tuna wisma merupakan bagian dari upaya terarah, terpadu dan berkelanjutan yang dilakukan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dalam memastikan pelayanan sosial dan memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara termasuk warga negara marjinal/terlantar.

Ia mengapresiasi inisiatif Kementerian Sosial yang mengembangkan Sentra Kreasi Atensi bagi eks pemulung dan tuna wisma, melalui kegiatan pemberdayaan kuliner, pertanian hidrofonik, peternakan ayam petelur, kerajinan tangan dan daur ulang sampah non organik menjadi barang bermanfaat bagi masyarakat, serta pemberdayaan jasa layanan refleksi, salon kecantikan dan konveksi.

"Situasi pandemi COVID-19 yang sekarang sedang dihadapi berdampak bagi kita semua, baik pada bidang kesehatan, sosial maupun ekonomi, dan bidang kehidupan lainnya. Pemerintah terus berupaya melaksanakan langkah intervensi, antisipasi dan mitigasi terhadap dampak sosial akibat pandemi COVID-19," ujarnya.

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan jaring perlindungan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial (Bansos) Tunai, Kartu Sembako dan berbagai Bantuan Jaminan Sosial lainnya seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Prakerja, serta program-program layanan sosial dari pemerintah daerah.

Namun semua memahami, bahwa sebagian anggota masyarakat belum terjangkau oleh perlindungan sosial akibat ketiadaan akses administrasi kependudukan, sehingga mengakibatkan pemulung dan tuna wisma kesulitan mendapatkan berbagai bantuan dan jaminan sosial dari pemerintah tersebut.

Oleh karena itu, program Atensi dapat menjadi salah satu program strategis untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem (extreme poverty) – masyarakat yang termiskin yang belum terjangkau layanan sosial dasar.

Rusunawa Eks Pemulung

Ma'ruf Amin yakin, melalui Program Atensi ini, berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah bersama seluruh stakeholders akan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung, termasuk mereka yang terdampak COVID-19 secara sosial dan ekonomi, dan juga untuk warga masyarakat yang termarjinalkan/terlantar pada umumnya.

"Rencana pembangunan Rusunawa untuk eks pemulung dan tuna wisma yang lokasinya berdampingan dengan Sentra Kreasi Atensi ini, adalah contoh sinergi dan kolaborasi yang baik, yang dilakukan oleh Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR," katanya.

Tentunya, menurut dia, program ini sejalan dengan sasaran pembangunan perumahan dan permukiman untuk mewujudkan kota tanpa kumuh, serta sekaligus untuk menyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

Dia berharap program pembangunan Rusunawa bagi eks pemulung dan tuna wisma di Kota Bekasi ini dapat direplikasi dan dikembangkan di lokasi balai-balai rehabilitasi sosial lainnya yang tersebar di 16 lokasi di 10 provinsi lainnya.

"Semoga segala daya dan upaya kita dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan," katanya.

Kemudian, membawa kemanfaatan serta menginspirasi berbagai pihak, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat secara luas untuk bergotong-royong mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.