Wapres: Sasaran Penerima Bantuan Siswa Miskin Disempurnakan

Yogyakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Boediono mengatakan pemerintah sedang menyempurnakan sasaran penerima Bantuan Siswa Miskin agar dapat diterima sesuai target.

"Penetapan penerima bantuan bagi siswa miskin yang selama ini berbasis sekolah akan dilengkapi dengan identifikasi penerima berbasis rumah tangga," kata Wapres Boediono di Yogyakarta, Selasa.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional Wilayah Jawa-Bali tahun 2012 yang dihadiri antara lain Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, serta Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Menurut Wapres, tujuan penyempurnaan adalah agar beasiswa benar-benar jatuh kepada siswa dari rumah tangga miskin.

Saat ini, kata Boediono, sedang dilakukan uji coba penyaluran bantuan pendidikan dengan menggunakan kartu penerima bantuan pendidikan yang dikirimkan langsung ke rumah tangga sasaran.

Hasil sementara dari uji coba penggunaan kartu menunjukkan bahwa para siswa penerima kartu belum semuanya mengembalikan kartunya ke sekolah.

Bagi yang telah mengembalikannya belum ditindaklanjuti secara baik di tingkat sekolah.

"Saya minta agar semua pihak mendukung upaya penyempurnaan program siswa miskin ini," katanya.

Ditambahkan Wapres pemerintah juga terus melakukan perbaikan atas pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH).

Target kita adalah mempersiapkan PKH untuk dapat melayani tiga juta keluarga yang paling miskin di tahun 2014.

Kondisi saat ini yang melayani sekitar 1,5 juta rumah tangga paling miskin.

Program ini penting karena akan membantu pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak dari rumah tangga sangat miskin.

"Saya minta Pemerintah Daerah untuk ikut secara aktif memantau pelaksanaan PKH di daerahnya masing-masing," kata Wapres.

Pemerintah Pusat juga sedang mempersiapkan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang akan beroperasi efektif 1 Januari 2014.

Lembaga ini sangat krusial bagi pengembangan pelayanan kesehatan dalam jangka panjang.

"Saya mengharapkan kerja sama dari seluruh pemerintah daerah, terutama pada tahap nanti sewaktu kita harus mensinkronisasikan dan mengintegrasikan berbagai Jamkesda kedalam sistem jaminan sosial kesehatan nasional untuk mendapatkan kepesertaan menyeluruh," kata Wapres.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.