Wapres serahkan Baznas Santripreneur ke 5.000 santri di Babel

Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin secara simbolis menyerahkan bantuan program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Santripreneur kepada 5.000 orang lulusan pondok pesantren Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang, Selasa.

Wapres Ma'ruf Amin berharap penerima
bantuan Baznas santripreneur dapat membantu para santri dalam berwirausaha.

"Kita berharap dengan bantuan yang diterima menjadikan santri mampu memajukan ekonomi, juga berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan hidup para santri," harapnya.

Baca juga: Wapres serahkan bantuan "Santripreneur" di Pangkalpinang

Menurut dia menjadi kyai merupakan pekerjaan mulia, dan menjadi kyai juga tak bisa dianggap sebelah mata. Buktinya, kata Wapres, telah ada yang menjadi presiden, yakni Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur, serta wakil presiden seperti dirinya saat ini.

"Rajin-rajinlah belajar, semoga mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari belajar di sini. Sehat-sehat ya semua. Ini asalnya dari mana, dan nanti cita-citanya mau jadi apa?," tanya Wapres kepada seorang santri.

"Dari Toboali Pak, cita-cita saya mau jadi kyai," jawab santri tersebut.

Wapres yang kehadirannya turut didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Babel Ridwan Djamaluddin, serta pejabat lainnya ini disambut antusias oleh para santriwan/santriwati. Orang nomor dua di Indonesia ini pun menyapa masyarakat dari kejauhan, dengan mengucapkan kalimat salam sambil melambaikan tangan.

Usai memberikan pembekalan kepada para santri, wapre6s juga melanjutkan aktivitasnya untuk melihat produk-produk UMKM Ponpes Hidayatussalikin, seperti mi kemasan, air mineral, dan kopi.

Mengakhiri kegiatannya di Ponpes Modern Hidayatussalikin Pangkalpinang, Wapres Ma'ruf Amin menyempatkan untuk mengunjungi asrama putri, dan berkunjung ke kediaman Pimpinan Ponpes, Ahmad Syaikhu.

Seusai kunjungan, Ahmad Syaikhu menyambut positif kunjungan Wapres Ma’ruf Amin yang kedua kalinya ke Ponpes yang ia pimpin. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu membuat dirinya lebih bersemangat dalam menyiarkan agama Islam di Bumi Serumpun Sebalai.

"Karena beliau adalah sosok kiai panutan kami, utamanya panutan warga Nahdliyyin," ungkap pimpinan ponpes yang telah berdiri sejak tahun 2008 itu. *

Baca juga: Wapres serahkan manfaat BPJAMSOSTEK Rp2,8 miliar di Babel

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel