Waralaba Adalah Usaha Kemitraan, Ketahui Pengertian dan Jenis-Jenisnya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Waralaba atau dikenal dengan franchise adalah hak antara pemilik merek suatu produk dan pengguna merek. Secara umum, waralaba adalah usaha kemitraan. Hak ini berupa kebebasan menggunakan merek, produknya, hingga sistem operasionalnya untuk jangka waktu tertentu.

Berdasarkan perundang-undangan di Indonesia, waralaba adalah perikatan yang salah satu pihaknya diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Waralaba di Indonesia sendiri diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 42 tahun 2007 tentang Waralaba. Bisnis waralaba juga banyak yang berkembang pesat di Indonesia, misalnya bisnis restoran, minimarket, kedai kopi, dan sebagainya.

Berikut ini ulasan mengenai pengertian waralaba menurut para ahli beserta kelebihan, kekurangan, ciri-ciri, dan jenisnya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (14/1/2022).

Pengertian Waralaba Menurut Para Ahli

ilustrasi waralaba minuman (sumber: iStockphoto)
ilustrasi waralaba minuman (sumber: iStockphoto)

Tak hanya pengertian waralaba secara umum yang dijelaskan di atas, berikut ini terdapat sejumlah pendapat mengenai pengertian waralaba menurut para ahli, yaitu:

Susilowati

Waralaba adalah kontrak perjanjian pemakaian nama, merk dagang, dan logo perusahaan tertentu dari pemberi waralaba (franchisor) yang di dalamnya dicantumkan ikhtisar peraturan pengoperasiannya oleh perusahaan yang menggunakan (franchise), jasa yang disediakan oleh pemberi waralaba (franchisor), dan persyaratan keuangan.

Iwantono

Waralaba adalah suatu cara melakukan kegiatan usaha yang didasarkan pada hubungan yang berkesinambungan antara pemberi waralaba (franchisor) dengan penerima waralaba (franchisee). Hubungan ini meliputi sistem distribusi, dimana seorang penerima waralaba diperkenankan mengelola usahanya sendiri supaya dapat memanfaatkan sistem distribusi milik pemberi waralaba.

Saliman

Waralaba adalah pemilik dari sebuah merek dagang, nama, dagang, sebuah rahasia dagang, paten, atau produk (biasanya disebut franchisor) yang memberikan lisensi ke pihak lain (biasanya disebut franchisee) untuk menjual atau memberi pelayanan dari produk di bawah nama franchisor Franchisee biasanya membayar semacam fee (royalty) kepada franchisor terhadap aktivitas yang mereka lakukan.

Sutedi

Waralaba adalah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.

Ciri-Ciri Waralaba

Ilustrasi Toko Roti (Foto oleh Madison Inouye dari Pexels).
Ilustrasi Toko Roti (Foto oleh Madison Inouye dari Pexels).

Menurut Simatupang (2007:58), terdapat beberapa karakteristik atau ciri-ciri dasar waralaba, yaitu sebagai berikut:

- Harus ada suatu perjanjian (kontrak) tertulis, yang mewakili kepentingan yang seimbang antara franchisor dengan franchisee.

- Franchisor harus memberikan pelatihan dalam segala aspek bisnis yang akan dimasukinya.

- Franchisee diperbolehkan (dalam kendali franchisor) beroperasi dengan menggunakan nama/merek dagang, format dan atau prosedur, serta segala nama (reputasi) baik yang dimiliki franchisor.

- Franchisee harus mengadakan investasi yang berasal dan sumber dananya sendiri atau dengan dukungan sumber dana lain (misalnya kredit perbankan).

- Franchisee berhak secara penuh mengelola bisnisnya sendiri.

- Franchisee membayar fee dan atau royalti kepada franchisor atas hak yang didapatnya dan atas bantuan yang terus menerus diberikan oleh franchisor.

- Franchisee berhak memperoleh daerah pemasaran tertentu dimana ia adalah satu-satunya pihak yang berhak memasarkan barang atau jasa yang dihasilkannya.

- Transaksi yang terjadi antara franchisor dengan franchisee bukan merupakan transaksi yang terjadi antara cabang dari perusahaan induk yang sama, atau antara individu dengan perusahaan yang dikontrolnya.

Jenis-Jenis Waralaba

(Sumber: iStockphoto)
(Sumber: iStockphoto)

Menurut Salim, waralaba dibedakan menjadi tiga jenis. Berikut rinciannya:

- Product franchise adalah suatu bentuk waralaba di mana penerima waralaba hanya bertindak mendistribusikan saja produk dari patnernya dengan pembatasan areal, seperti pengecer bahan bakar Shell atau British Petroleum.

- Processing franchise or manufacturing franchise, di sini pemberi waralaba hanya memegang peranan memberi know-how, dari suatu proses produksi seperti minuman Coca Cola atau Fanta.

- Bussiness format atau system franchise, di mana pemberi waralaba sudah memiliki cara yang unik dalam menyajikan produk dalam satu paket, kepada konsumen. Seperti Dunkin Donuts, KFC, Pizza Hut, dan lain-lain.

Sedangkan menurut Widjaja, berdasarkan kegiatannya wiralaba dibedakan menjadi dua jenis. Berikut rinciannya:

1. Waralaba produk dan merek dagang

Waralaba ini adalah bentuk waralaba yang paling sederhana. Pemberi waralaba memberikan hak kepada penerima waralaba untuk menjual produk yang dikembangkan oleh pemberi waralaba yang disertai dengan pemberian izin untuk menggunakan merek dagang milik pemberi waralaba. Atas pemberian izin penggunaan merek dagang tersebut biasanya pemberi waralaba memperoleh suatu bentuk pembayaran royalti di muka dan selanjutnya pemberian waralaba memperoleh keuntungan (yang sering juga disebut dengan royalti berjalan) melalui penjualan produk yang diwaralabakan kepada penerima waralaba. Dalam bentuknya yang sangat sederhana ini, waralaba produk dan merek dagang seringkali mengambil bentuk keagenan, distributor atau lisensi penjualan.

2. Waralaba format bisnis

Waralaba format bisnis ini terdiri dari:

- Konsep bisnis yang menyeluruh dari pemberi waralaba.

- Adanya proses permulaan dan pelatihan atas seluruh aspek pengelolaan bisnis, sesuai dengan konsep pemberi waralaba.

- Proses bantuan dan bimbingan yang terus-menerus dari pihak pemberi waralaba.

Kelebihan Bisnis Waralaba

(Sumber: iStockphoto)
(Sumber: iStockphoto)

Dalam mendirikannya, waralaba memiliki kelebihan. Berikut rinciannya:

- Bisnis yang telah terbangun dan telah teruji serta terealisasi dengan baik dapat membuat Anda terhindar dari kegagalan bisnis.

- Bisnis tersebut sudah dikenal oleh masyarakat sehingga Anda tidak perlu bersusah payah untuk melakukan pemasaran.

- Manajemen finansial yang mudah karena franchisor telah menetapkan sistem-nya dari awal kerja sama yang telah terbangun (dengan pemasok, pihak pemasaran atau iklan) dan memudahkan franchisee untuk meneruskannya.

- Dukungan beragam yang diberikan oleh franchisor (pelatihan mengenai proses pemasaran, finansial dan tips dalam menjalankan usaha).

Kerugian Bisnis Waralaba

(Sumber: iStockphoto)
(Sumber: iStockphoto)

Setiap bisnis pasti pasti kelebihan, dan disitu juga akan ada kekurangan. Berikut ini terdapat beberapa kekurangan bisnis waralaba, antara lain:

- Anda memiliki kendali minimal atas bisnis karena sistem yang telah ditentukan dari pertama.

- Ketergantungan pada supplier yang telah ditentukan franchisor walaupun kita mendapatkan pemasok dengan harga yang lebih murah.

- Ketergantungan pada reputasi waralaba lain, jika ada waralaba lain yang melakukan kesalahan hingga merusak reputasi merek dagang franchise tersebut. Hal ini akan berdampak bagi bisnis Anda karena nama dagang yang sama.

- Biaya waralaba yang beragam seperti biaya pembelian merk dagang di awal perjanjian serta biaya lanjutan untuk dukungan dan pelatihan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel