Warga Amerika didesak tinggal di rumah selama Thanksgiving karena virus tengah melonjak

·Bacaan 3 menit

Washington (AFP) - Otoritas AS pada Kamis mendesak warga Amerika agar tidak melakukan perjalanan untuk liburan Thanksgiving karena kasus virus melonjak di negara yang paling parah terkena dampaknya ini dan California mengumumkan jam malam yang bertujuan mengendalikan pandemi.

Amerika kini sudah mencatatkan lebih dari 251.000 korban meninggal dunia dan lebih dari 11,6 juta kasus terlaporkan. Menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins sejauh ini jumlah itu merupakan angka kematian nasional terlaporkan yang paling tinggi.

Senjata ampuh melawan virus akan segera hadir setelah BioNTech dan Pfizer berencana mengajukan permohonan Jumat ini untuk otorisasi penggunaan darurat vaksin mereka di AS.

Lonjakan kasus di AS telah cukup membuat khawatir pihak berwenang sehingga mereka meminta warga Amerika tinggal di rumah selama liburan Thanksgiving pekan depan yang biasanya membuat jutaan orang bepergian guna berkumpul dengan keluarga mereka untuk makan-makan yang merupakan kondisi ideal bagi tersebarnya virus.

"Ini bukan keharusan. Ini rekomendasi tegas," kata Henry Walke, dokter pada Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, kepada wartawan.

Thanksgiving adalah hari libur AS tersibuk dalam hal perjalanan karena jatuh pada Kamis dan banyak warga Amerika mengambil cuti Jumat serta membuat akhir pekan yang panjang.

Terlepas dari peringatan tersebut, Presiden terpilih Joe Biden tidak menyatakan jenis penutupan nasional yang telah dilakukan kembali oleh beberapa negara Eropa karena kasus-kasus melonjak setelah jeda musim panas.

"Tak ada kondisi yang saya lihat yang mengharuskan adanya penutupan total secara nasional. Saya kira hal itu akan kontraproduktif," kata Biden yang akan dilantik 20 Januari, kepada wartawan, Kamis.

Negara bagian-negara bagian dan kota-kota di AS telah memberlakukan pembatasannya sendiri-sendiri, termasuk isolasi di rumah, penutupan tempat makan dalam ruangan, dan pembatasan pertemuan saat infeksi melonjak di seluruh negeri.

Kota New York pada Kamis menutup sekolah-sekolahnya sehingga mempengaruhi 1,1 juta siswa, namun membolehkan gym dan bar tetap buka, sehingga kebalikan dari strategi virus di banyak kota Eropa di mana sekolah tetap buka.

California akan memberlakukan jam malam dari 10 malam sampai 05 pagi mulai Sabtu. Gubernur negara bagian ini Gavin Newsom mengatakan adalah "penting sekali mengurangi penularan dan memperlambat dirawat di rumah sakit."

Presiden Donald Trump bungkam dalam reaksi publiknya terhadap lonjakan kasus ini karena sebagian besar tetap berada di luar perhatian masyarakat setelah dia mengajukan tudingan kecurangan pemilu yang tidak berdasar di mana dia kalah dari Biden.

Menteri Kesehatan Alex Azar mengatakan dalam briefing Gedung Putih bahwa permohonan BioNTech/ Pfizer diharapkan terjadi Jumat sehingga mengonfirmasi lini masa pendiri BioNTech Ugur Sahin yang disampaikan kepada AFP dalam sebuah wawancara.

"Ada kemungkinan kami masih bisa mendapatkan persetujuan dari AS atau Eropa atau kedua wilayah tersebut tahun ini," kata Sahin.

"Kami bahkan mungkin mulai mengirimkan vaksin ini Desember nanti," tambah dia, "jika semua pihak erat bekerja sama".

Temuan BioNTech/Pfizer dan satu lagi dari perusahaan AS Moderna telah memimpin dalam perlombaan menghasilkan vaksin, setelah data uji coba skala besar bulan ini menunjukkan vaksin mereka sekitar 95 persen ampuh melawan Covid-19.

Percobaan vaksin-vaksin lain yang sedang dibuat Universitas Oxford dan AstraZeneca, juga menunjukkan vaksin itu secara aman menghasilkan respons kekebalan yang kuat pada orang tua yang sehat, selain menghasilkan efek samping kecil terhadap orang lebih muda, kata produsen vaksin dari Inggris itu, Kamis.

Vaksin akan menjadi senjata utama dalam melawan virus yang telah menewaskan paling sedikit 1.350.275 orang dan menginfeksi 56 juta sejak wabah muncul di China Desember lalu, menurut penghitungan dari sumber-sumber resmi yang dikumpulkan AFP pada Kamis.

Setelah AS, negara terparah kedua yang terkena virus ini adalah Brasil dengan 167.455 kematian, diikuti India dengan 131.578 kematian, Meksiko 99.528 kematian dan Inggris 53.274 kematian.

Tetapi di beberapa bagian Eropa, ada petunjuk pembatasan baru diberlakukan guna menghentikan gelombang kedua memperlihatkan dampaknya.

Infeksi baru di Jerman mendatar sejak lockdown sebagian diberlakukan awal November, kata para pejabat, meskipun jumlah harian kasus virus corona baru tetap terlalu tinggi.

Demikian juga Prancis yang telah mengalami penurunan kasus baru Covid-19 per hari sejak lockdown nasional kedua dimulai akhir Oktober

Virus corona dan pembatasan-pembatasan yang diberlakukan demi menghentikan penyebarannya terus mengganggu kegiatan usaha, olahraga, dan hiburan di seluruh dunia.

Pertemuan tatap muka antara kepala juru runding dalam pembicaraan Brexit ditangguhkan Kamis setelah seorang anggota tim UE dinyatakan positif terkena virus corona.

burs-jm/bgs