Warga Asing Masuk China Kini Wajib Tes COVID-19 Lewat Swab Anal

Bayu Nugraha, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah China kini mewajibkan semua warga negara asing yang masuk ke negara itu, untuk melakukan tes COVID-19 dengan cara usap anal. China mengklaim prosedur tersebut lebih akurat daripada tes di bagian tubuh lainnya.

Usap anal juga digunakan oleh para dokter di China, untuk memeriksa apakah para pasien yang dikarantina telah terbebas dari virus corona. Usap anal dilakukan dengan menggunakan alat uji coba, yang dimasukkan sedalam 5 cm melalui anus pasien.

Petugas medis penyakit pernapasan, Li Tongzeng, mengatakan bahwa jejak COVID-19 tetap dapat dideteksi dalam waktu lama lewat sampel kotoran manusia, daripada di hidung atau tenggorokan.

Dilansir The Sun, kebijakan pemerintah China memicu kontroversi. Jepang menyerukan agar China berhenti menggunakan tes 'tidak bermartabat' itu, karena beberapa warganya mengatakan hal itu berdampak pada tekanan psikologis.

Sebagai tanggapan, seorang dokter China bernama Lu Hongzhou, menjelaskan kepada media pemerintah bahwa pelancong yang datang dapat memberikan sampel kotoran ketika di bandara, tanpa harus melalui proses swab anal.

Tes usap anal di bandara merupakan salah satu upaya 'penyesuaian ilmiah' yang dilakukan Partai Komunis, dengan tujuan mengendalikan pandemi COVID-19. Prosedurnya yaitu dengan memasukkan kapas swab sekitar tiga sampai lima sentimeter ke dalam anus, dan memutarnya dengan lembut. Kapas swab itu kemudian dikeluarkan, sebelum ditempatkan di dalam wadah sampel.

Baca juga: Mengenal Anal Swab, Metode Skrining COVID-19 yang Ramai di China