Warga Bandung Heboh temukan Jenazah Pedagang Bakso

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Warga di kawasan Jalan Citepus II RT 02/06, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo geger saat mendapati Enjah (50) sudah tak bernyawa di rumahnya, Rabu (11/9/2013).

Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh pria, yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang bakso tahu keliling ini.

Kali pertama, Enjah ditemukan oleh seorang pedagang tahu sekitar pukul 08.30. Lalu pedagang itu memberitahukan temuannya tersebut kepada warga yang lain. Pedagang tersebut, mengetuk-ngetuk pintu rumah Enjah, namun tak ada jawaban dari dalam rumah.

Senin (9/9/2013) awal pekan ini, warga masih melihat Enjah berjualan bakso tahu berkeliling di wilayah tersebut. Enjah, diketahui oleh warga tinggal sendiri tanpa sanak keluarga di kawasan yang tak jauh dari lokasi TPU Sirnaraga tersebut.

Polisi menduga, meninggalnya Enjah karena sakit yang dideritanya. Selain tidak menemukan tanda kekerasan di tubuhnya, warga di lingkungan rumah Enjah kerap mendengar keluhan ia sakit pinggang.

"Senin warga masih sempat melihat dia. Kemarin, tidak kelihatan. Sejumlah saksi, warga disekitar sini menduga dia sakit. Kerabatnya juga mengakui, Pak Enjah kerap mengeluhkan sakit pinggang. Tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh. Diduga meninggal karena sakit," ujar Kapolsek Cicendo Komisaris Kokon di lokasi kejadian.

Tim Inafis Polrestabes Bandung yang sempat melakukan identifikasi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Enjah. Selain warga, pengurus RT dan RW setempat pun sempat memberikan keterangan kepada Kepolisian.

Setelah merasa yakin bahwa Enjah meninggal karena sakit, kerabat dan keluarga membawanya ke kamar mayat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Kemudian dibawa ke kampung halaman di Kabupaten Garut menggunakan ambulans milik RSHS.

Baca Juga:

Suratmi Terjatuh dari Motor dan Tewas Terlindas Mobil

Kenek Tewas Tertimpa Jagung

Laki-laki Paruh Baya di Muara Bungo Tewas Tanpa Busana

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.