Warga Bekasi Terima Bantuan PKH Tak Layak Konsumsi dan Dipungut Biaya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Ribuan warga Penerima Bantuan Keluarga Harapan (PKH) di Kampung Pipisan, Desa Karang Kaya, Kecamatan Pabayuran, Kabupaten Bekasi keluhkan bantuan beras yang diterimanya tak layak konsumsi. Atas kejadian itu warga segera melaporkan ke Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Bantuan dari Kementerian Sosial itu pun disesalkan warga. Bahkan, warga juga kesal dengan pendamping yang menarik biaya, padahal beras itu tak layak konsumsi. Tak sedikit beras itu pun dibuang warga ke jalan-jalan.

"Baunya membuat pusing, bahkan untuk dimasak saja mengeluarkan busa menggelembung, bahkan diberikan ke hewan ternak ayam saja tidak dimakan," kata Maria (50) warga penerima bantuan.

Maria mengaku, untuk mendapatkan bantuan beras dirinya harus membayar atau menebus uang sebesar Rp10 ribu per orang. "Apa yang kami keluarkan tidak sebanding dengan apa yang kami dapatkan," jelasnya.

Hal senada juga dikatakan, Andri (40). Menurutnya, sudah mengetahui adanya beras bantuan yang mengeluarkan bau dan tak layak dikonsumsi. "Saya akan adukan ke Menteri Sosial Ibu Tri Rismaharini," katanya.

Dia menyayangkan kejadian ini, sebab bantuan tersebut merupakan kebutuhan sangat dibutuhkan warga tak mampu. "Keterlaluan sekali, bantuan untuk warga miskin saja disabotase," katanya.