Warga Bengkulu Diimbau Tak Termakan Hoaks Vaksin COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Bengkulu, Pambudi Cahyo Widodo mengimbau warga di daerahnya untuk tidak terpengaruh informasi bohong atau hoaks terkait vaksin virus corona COVID-19.

Menurut Pambudi, vaksin COVID-19 aman digunakan dan sebagai upaya pemerintah menuntaskan pandemi COVID-19.

"Tujuan pemerintah mengejar target jumlah warga divaksin ini agar terwujudnya herd immunity. Maka, saya imbau kepada masyarakat, khususnya masyarakat Mukomuko jangan takut vaksin, jangan termakan informasi hoaks yang tidak benar tentang vaksinasi COVID-19 ini," kata Pambudi dikutip dari Antara, Sabtu (27/11/2021).

Pambudi menambahkan, pihaknya terus bekerja sama dengan Pemprov Bengkulu, Polri, dan TNI untuk menyukseskan program vaksinasi COVID-19. Salah satu contohnya dengan membuka gerai di sejumlah wilayah.

Tidak hanya itu, petugas vaksinator juga berkeliling mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan vaksin atau door to door.

"Ya, selain membuka gerai vaksin, kami juga melakukan vaksin dengan cara door to door. Kita yang mendatangi masyarakat ke rumah. Ini kita lakukan untuk mempercepat proses vaksinasi," ucap Pambudi.

Pambudi mengungkapkan, pihaknya menyiapkan 2.357 dosis vaksin COVID-19. 500 diantaranya diperuntukkan bagi pelajar di kawasan Ipuh untuk pelajar tingkat SMP dan SMA, sementara sisanya 1.857 dosis untuk masyarakat umum.

BIN lanjut Pambudi turut bertanggungjawab menyukseskan program vaksinasi COVID-19 yang tengah digalakkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, BIN juga menggelar vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya yakni Kabupaten Mukomuko.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel