Warga binaan Lapas Palembang ikuti pelatihan tata rias bersertifikat

Belasan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palembang, Sumatera Selatan, mengikuti pelatihan tata rias bersertifikat yang dilaksanakan sejak awal 2022.

Kepala Lembaga Permasyarakatan Perempuan Palembang Ike Rahmawati di Palembang, Senin, mengatakan, pelatihan ini diberikan untuk mengasah keterampilan yang dimiliki warga binaan karena sebagian memiliki ketertarikan berwirausaha tata rias.

“Intinya kami ingin memberikan bekal kepada mereka (warga binaan). Nanti setelah bebas, tidak usah bingung lagi karena sudah ada keterampilan,” kata Ike.

Dalam meningkatkan keterampilan warga binaan ini, Lapas Perempuan Palembang bekerja sama dengan PT Sumeks Kreatif yang menggandeng tenaga ahli Girl Studio.

Para warga binaan diajarkan teknik untuk metata rias, mulai dari riasan wajah alami hingga ala make-up artis.

Nantinya setelah warga binaan ini menuntaskan pelatihan maka akan diberikan sertifikat sehingga dapat bekerja di usaha milik orang lain atau membuka usaha sendiri, kata dia.

“Setelah dinyatakan bebas, sertifikatnya baru kami berikan,” kata dia.

Kasi Kegiatan Kerja Lembaga Permasyarakatan Perempuan Palembang Assetia menambahkan beragam kegiatan dilakukan di lapas, tak hanya terkait tata rias wajah tapi juga keterampilan perempuan lainnya seperti pembuatan roti dan kue basah, pembuatan pakaian, laundry hingga budidaya hidroponik.

Sebelum ditentukan minatnya, pihak Lapas melakukan assesment terlebih dahulu untuk menggali minat dan potensi dari warga binaan.
“Tidak semuanya suka bercocok tanam atau membuat kue, ada yang suka tata rias, salon, menjahit dan lainnya,” kata dia.

Pada prinsipnya, beragam kegiatan dan pelatihan yang digelar di Lapas Perempuan Palembang tak lain untuk memberikan bekal agar mereka bisa mandiri setelah keluar Lembaga Permasyarakatan.

Putri (28), salah seorang warga binaan peserta pelatihan kemandirian mengatakan dirinya saat ini sudah memiliki kepandaian dalam eyelash extension atau sambung bulu mata.

Tak sulit bagi Putri untuk piawai dalam keterampilan barunya itu, karena sebelumnya ia juga sempat bekerja di salon kecantikan.

“Saya berharap kepandaian ini nantinya bisa menjadi sumber mata pencarian saya setelah ke luar dari Lapas,” kata ibu satu anak ini.