Warga Blokade Truk Batu Bara, Gubernur Sumsel Evaluasi Perusahaan Tambang

Merdeka.com - Merdeka.com - Warga Muara Enim, Sumatera Selatan, memblokade truk batu bara yang melintas di jalan umum. Aktivitas angkutan itu membuat resah dan menimbulkan banyak kerugian.

Aksi beberapa lalu itu merupakan puncak kekesalan warga terhadap dampak buruk keberadaan truk pengangkut batu bara. Semisal debu, kemacetan, kecelakaan, hingga arus listrik padam semalaman akibat tiang listrik ditabrak truk batu bara.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sumsel Herman Deru akan mengevaluasi seluruh perusahaan tambang berikut transportasinya di wilayah Muara Enim. Dia menilai persoalan itu pasti ada yang salah dan perlu diperbaiki.

"Memang ini sepertinya ada yang salah di lapangan, untuk itu harus dievaluasi agar kesalahannya di mana," ungkap Deru, Selasa (22/11).

Menurut dia, penyebab adanya konflik antara transportir, perusahaan tambang dan warga lebih cenderung karena kerugian yang dialami warga setempat. Pemicunya beragam, mulai dari kendaraan lak layak, over muatan dan lainnya.

Karena itu, dia meminta pemerintah setempat memfasilitasi transportir, penambang, instansi terkait bersama Dinas Perhubungan dan kepolisian untuk membahas masalah ini guna mencari solusi terbaik. Jalan keluar itu nantinya dapat mengambil kebijakan yang tidak merugikan salah satu pihak atau sebaliknya.

"Jika diundang, perusahaan tambang dan transportir wajib hadir. Saya tidak ingin lagi mendengar ada gesekan di masyarakat, tidak ada lagi yang dirugikan," tegasnya. [cob]