Warga Blora Pertanyakan Aliran Dana Sosial Pertamina EP Asset 4 Cepu Field

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Blora - Masyarakat Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bagian selatan melakukan unjuk rasa atau demonstrasi di depan area fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gundih PT Pertamina EP Asset 4 Cepu Field yang berada di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Senin (22/3/2021).

Dalam aksinya, pendemo menyebut, bahwa keberadaan BUMN itu belum memberikan manfaaat bagi kesejahteraan masyarakat Blora terutama warga di desa setempat dan sekitarnya.

"Selama ini kita (masyarakat Blora selatan) sebatas jadi penonton saja," ungkap salah satu peserta demo, Ali Muntohar, dalam orasinya.

Tak hanya itu, pendemo yang lainnya juga menuding, penggunaan Corporate Social Responsibility (CSR) di perusahaan tersebut juga tidak jelas dan jauh dari transparan.

"Tidak ada gunanya ada Pertamina di Blora selatan, baik masyarakat ring satu, ring dua, ataupun yang lainnya. CSR-nya tidak jelas ke mana larinya," tambah Iwan Seiken, saat berorasi.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Kepala Desa Sumber Aris Susanto, turut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut. Menurutnya, sejauh ini pihak desa hanya menengahi apa yang diinginkan masyarakat.

"Semoga adanya Pertamina sendiri, ada harapan untuk didiskusikan dengan baik," kata Aris, sapaannya.

Lebih lanjut, Aris menuturkan, belum adanya peran Pertamina di desa tersebut, baik itu berupa perekrutan karyawan yang didominasi warga Desa Sumber dan sekitar, maupun pemberian dana CSR-nya Pertamina.

"Perannya belum ada, diskusi sudah pernah tapi belum maksimal," katanya.

Diketahui, dalam aksi ini pihak Pertamina setempat tidak ada yang keluar menemui para pendemo yang didominasi dari kalangan petani itu. Saat demo, para petani tampak membawa sejumlah atribut demo.

Antara lain, jerami yang ditata rapi dengan dilengkapi pakaian bak orang-orangan sawah atau ogoh-ogoh, bendera, pamflet, dan spanduk. Jajaran petugas juga turut serta mengamankan aksi unjuk rasa ini.

Puncak aksi dilaksanakan dengan aksi ruwatan atau doa bersama dan pembakaran ogoh-ogoh sebagai simbol pemusnahan sifat-sifat jahat.

Dihubungi Liputan6.com secara terpisah, Asisten Manager Humas Asset 4 Pertamina EP Cepu Field, Panjie Galih menyampaikan, bahwa pihaknya telah mengetahui adanya unjuk rasa tersebut. Hanya saja, kata dia, dirinya tidak sedang di CPP Gundih.

"Ya sudah tahu, dari pihak kita Jumat kemarin juga sudah menemui," kata Panjie.

"Untuk lebih jelasnya pihak kami nanti akan menghubungi ya," imbuhnya saat ditanya alasan pihaknya mengapa tidak ada yang menemui peserta demo itu.

Simak video pilihan berikut ini: