Warga Cemas Winardi Ingin Jadi Imam Mahdi Lagi, Aparat Gelar Mediasi

Lis Yuliawati, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Winardi, pria yang sempat menuai kontroversi karena mengaku sebagai Imam Mahdi, kembali membuat resah warga Kampung Perigi, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Kegelisahan warga bukan tanpa alasan. Sebab, Winardi, dikabarkan bakal kembali mengumpulkan para pengikutnya dalam waktu dekat ini. Tak ingin kecolongan, sejumlah tokoh ulama dan aparat setempat langsung melakukan pertemuan hingga akhirnya memanggil yang bersangkutan.

“Pak Lurah Bedahan mendatangi kediaman Winardi. Lurah melarang tentang pertemuan yang dilakukan Winardi untuk menjaga hal yang tidak diinginkan,” kata Kapolsek Sawangan Ajun Komisaris Polisi Rio Mikael Tobing, Jumat, 9 April 2021.

Sebab, warga khawatir, rencana Winardi yang ingin mengumpulkan orang, besok, untuk mengajarkan kembali aliran sesat.

Setelah dimediasi, Winardi pun akhirnya sepakat untuk membatalkan acara yang akan digelarnya. Tak hanya itu, Winardi juga membantah tuduhan yang dikhawatirkan warga.

“Jadi sebenarnya dia mau bikin pertemuan untuk membahas hasil koperasi. Jadi mereka (Winardi dan anggotanya) ada buat koperasi. Nah mereka mau membahas hasil koperasi itu. Tapi warga khawatirnya Winardi kembali mengulang perbuatannya,” ujar Rio.

Terkait hal ini, Rio pun mengimbau agar warga tetap tenang dan beraktivitas seperti semula. Jika ada informasi yang lain warga bisa memberitahu pada petugas untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Kami mengimbau masyarakat jangan gusar dan resah. Tetap bisa mengendalikan situasi yang aman kondusif. Apabila ada perkembangan dan situasi menonjol bisa dilaporkan supaya ditindaklanjuti,” katanya.

Sebagai informasi, Winardi dan sejumlah pengikutnya sempat digiring ke kantor Kecamatan Sawangan pada Rabu malam, 29 Mei 2019.

Kala itu, Ketua MUI Kota Depok, KH, Dimyati Badruzzaman mengungkapakan, hasil dari musyawarah atau tabayun (konfirmasi) pihaknya bersama sejumlah ulama terhadap Winardi dan para muridnya disepakati bahwa apa yang dilakukan Winardi sesat dan menyesatkan.

Saat itu, Winardi pun langsung menyampaikan permohonan maafnya di hadapan warga.

“Saya Winardi malam hari ini mengaturkan mohon maaf, khususnya baik ulama atau tokoh agama di Sawangan dan Depok juga masyarakat, apabila merasa resah,” katanya.

Winardi bahkan berjanji, dirinya akan menutup padepokan tersebut dan meminta kepada para pengikutnya untuk tidak mempercayai dirinya sebagai Imam Mahdi. “Mohon maaf bilamana terjadi kesalahan dan ketidakstabilan di masyarakat,” kata Winardi yang langsung disambut pekikan takbir sejumlah warga saat itu.