Warga Cilangkap gelar jalan santai sambut Hari Bersih-bersih Sedunia

Warga RW 02 Cilangkap, Jakarta Timur, menggelar jalan santai sambil memungut sampah dalam rangka menyambut Hari Bersih-bersih Sedunia yang diperingati setiap 19 September.

Camat Cipayung, Panangaran Ritonga mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas inisiatif warga yang melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan tersebut.

"Ini salah satu gerakan masyarakat terbesar, karena menyatukan 191 negara di dunia untuk bumi yang lebih bersih. Di RW 02 Cilangkap ini warga memilih jalan santai sambil memungut sampah di sepanjang jalan," kata Panangaran di Jakarta, Sabtu.

Rute kegiatan jalan santai sambil memungut sampah itu dimulai dari area parkir sebuah pusat pertokoan di Jl Raya Cilangkap, tepatnya di seberang Agro Wisata Cilangkap.

Setelah dilepas oleh Camat Cipayung, sekitar 300 warga langsung berjalan santai sambil memungut sampah. Anak-anak, remaja, dewasa dan lansia begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Panangaran menambahkan, pihaknya juga mengingatkan warga mengenai program pilah sampah dalam menanggulangi permasalahan sampah di Indonesia yang dapat dilakukan dengan mulai dari pemilahan sampah rumah tangga.

"Dalam kesempatan ini kami mengimbau warga juga untuk meningkatkan program pilah sampah. Sehingga volume sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang semakin berkurang," ujar Panangaran.

Baca juga: Petugas PPSU angkat 80 karung lumpur-sampah di Cakung Jaktim

Baca juga: 436 meter kubik sampah diangkat dari pintu air dan jembatan

Ketua RW 02 Cilangkap, Nurito mengatakan, kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari surat edaran Wali Kota Jakarta Timur mengenai Hari Bersih-bersih Sedunia.

Dia mengatakan, pihaknya memilih kegiatan dengan cara jalan santai sambil memungut sampah dengan rute sepanjang tiga kilometer.

"Kegiatan ini melibatkan sekitar 200 warga. Mulai dari anak PAUD, karang taruna, PKK, pengurus RT/RW, LMK, FKDM, PPSU hingga warga lanjut usia," ujar Nurito.

Dari hasil kegiatan itu terkumpul 178 kilogram sampah. Seluruh sampah langsung diangkut PPSU ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara untuk selanjutnya dibuang ke TPST Bantar Gebang.

"Kemudian, untuk memberikan motivasi dan semangat warga, kami juga memberikan hadiah bagi pengumpul sampah terbanyak, yakni berupa uang pembinaan," kata Nurto.