Warga di Gresik Mulai Kesulitan Air Bersih Akibat Kemarau Panjang

·Bacaan 1 menit
(Foto: Tama66/Pixabay) Ilustrasi kemarau dna kekeringan.

Liputan6.com, Surabaya - Warga di Desa Tulung Kecamatan Kedamean, Gresik mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.

Ahmad Harun Rosyid, warga setempat mengatakan, satu-satunya sumber air di desanya sudah mengering. Waduk dan telaga sudah tak mengeluarkan air.

"Padahal, sehari-hari warga memanfaatkan air di sana untuk keperluan sehari-hari utamanya memasak dan mencuci pakaian," katanya, Senin (4/10/2021), dikutip dari TimesIndonesia.

Untuk mendapatkan air bersih, warga setiap hari harus mengantre dengan membawa jerigen. Setiap jerigen warga harus membeli Rp 4 ribu. Biasanya, sekali pembelian bisa mencapai empat sampai enam jerigen.

"Iya waduk dan telaga kering, setiap musim kemarau warga disini kesulitan mencari air bersih, sehingga terpaksa beli dengan jerigen," ungkapnya.

Sebenarnya, warga sudah mencari sumber air bersih di sekitar desa. Bahkan, pernah mendatangkan tim ahli. Namun, hingga saat ini belum juga ditemukan sumber air.

Sehingga setiap tahun saat musim kemarau datang, warga selalu kesulitan mencari air bersih.

"Sudah pernah ada tim ahli mencari sumber air datang kesini, tapi waktu itu tidak menemukan sumbernya," keluhnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sudah Satu Bulan

Kepala Dusun Panggang Desa Tulung, Kusnadi saat dikonfirmasi membenarkan jika saat ini warga tengah kesulitan mencari air bersih sehingga terpaksa beli menggunakan jerigen.

Kondisi itu berlangsung selama hampir satu bulan. "Sudah hampir 1 bulan, telaga kering," tutupnya menanggapi warga Kedamean yang kesulitan air bersih saat musim kemarau panjang memasuki Kabupaten Gresik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel