Warga di Kalbar Tewas Tersambar Petir Saat Hendak Matikan Handphone

Bayu Nugraha, Ngadri (Kalimantan Barat)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang pria bernama Januar Syahrul (30) tewas tersambar petir. Ia tersambar petir ketika hendak mematikan handphone di perkebunan sawit PT Mitra Andalan Sejahtera (MAS) di Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Kapolres Mempawah AKBP Faujan Sukmawansyah melalui Paur Humas Bripka Sarwono membenarkan, ada seorang pria bernama Januar Syahrul meninggal dunia setelah tersambar petir, saat hendak mematikan handphone di sebuah perkebunan kelapa sawit di Desa Wajok Hilir pada Rabu, 18 November 2020.

"Iya benar kejadiannya pada Rabu, 18 November 2020 sekira pukul 15.30 WIB. Korban meninggal dunia akibat disambar petir di Divisi Blok L 38 perkebunan kelapa Sawit PT Mitra Andalan Sejahtera Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat," ujar Sarwono kepada VIVA, Kamis, 19 November 2020.

Ia melanjutkan, kejadiannya bermula sekira pukul 15.00 WIB, korban bersama dua orang saksi berjalan pulang dari kebun menuju ke mes karyawan. Dan kemudian turun hujan, korban bersama saksi pun memutuskan untuk berteduh di bawah salah satu pohon kelapa sawit.

"Pada saat berteduh, kemudian korban mengambil handphone yang berada di dalam saku celana dan berniat untuk mematikannya, akan tetapi secara tiba-tiba petir menyambar korban sehingga korban terkapar di tanah, sedangkan dua orang kawannya terlempar ke samping," ujar Sarwono.

Selanjutnya, kata dia, setelah kejadian tersebut, saksi bergegas ke kantor PT MAS untuk memberitahukan kejadian tersebut. Tak lama kemudian, korban dievakuasi dengan menggunakan mobil perusahaan ke Rumah Sakit Yarsi Pontianak untuk dilakukan pemeriksaan dan visum yang didampingi anggota Bhabinkamtibmas setempat.

"Dari hasil visum, korban mengalami luka bakar di beberapa bagian, yaitu luka bakar di bagian telapak kaki kiri dan kanan, jari kaki kiri, di punggung kaki kanan, paha kiri dan kanan, dan luka bakar di punggung badan," tuturnya.

Baca juga: Tito Sebut Gubernur Bisa Dicopot, Tagar Instruksi Mendagri Trending