Warga di Semarang Tumpah Ruah Mau Ziarah Makam Tak Jaga Jarak

·Bacaan 1 menit

VIVAZiarah ke makam menjadi tradisi setiap hari raya Idul Fitri. Warga biasanya datang ke makam untuk mendoakan leluhur serta membersihkan makam. Namun saat situasi pandemi seperti sekarang, warga diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat berziarah.

Namun hal itu tidak terjadi di jalan akses ke kompleks pemakaman terbesar di Kota Semarang yaitu Bergota. Ribuan orang malah berjalan kaki memenuhi jalan menuju makam dan nyaris tidak menjaga jarak. Sebagian bahkan tidak memakai masker.

Kerumunan terjadi sejak lepas salat Id di pertigaan Jalan Pandanaran dan Jalan Kyai Saleh dekat pusat oleh-oleh. Namun karena Jalan Kyai Saleh ditutup, kendaraan yang tidak boleh masuk harus parkir di Jalan Pandanaran dan sekitarnya. Peziarah melanjutkan jalan kaki sehingga kerumunan peziarah memanjang hingga beberapa ratus meter memenuhi Jalan Kyai Saleh.

Petugas Satpol PP Kota Semarang tampak kewalahan mengatur para peziarah. Apalagi banyak peziarah yang bandel tidak memakai masker. Petugas pun berulang kali mengingatkan dengan pengeras suara.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto yang ikut turun ke lokasi mengatakan, yang dilakukan petugas adalah berusa untuk memecah kerumunan.

"Karena ini sifatnya hari besar dan tak ada larangan maka tugas Satpol PP adalah mengimbau dan memecah agar tidak terjadi kerumunan. Selain itu petugas juga membagikan masker kepada peziarah yang tidak membawa atau tidak memakai memakai masker," kata Fajar.

Pantauan hingga Kamis siang 13 Mei 2021, kerumunan masih terjadi. Menurut warga setempat, tradisi ziarah biasanya berlangsung selama dua hari masa Lebaran.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno/tvOne Semarang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel