Warga Eropa dan Amerika Bisa Pindah ke Indonesia gara-gara Asteroid

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVAAsteroid bisa membuat migrasi besar-besaran warga Eropa dan Amerika ke wilayah yang lebih aman jika benar-benar menabrak Bumi. Asia diperkirakan menjadi lokasi yang aman, termasuk di dalamnya Indonesia, Timur Tengah, dan Pasifik.

Dalam simulasi yang dibuat para pakar luar angkasa, tabrakan asteroid dengan Bumi bisa menyebabkan krisis hebat. Mereka pun kemudian segera berkumpul kembali pada bulan ini untuk menyusun rencana jika asteroid benar-benar akan menabrak Bumi.

Baca: UEA Butuh Bantuan Jepang untuk Berangkat ke Bulan

Para pakar juga memberi peringatan, bukan hanya dampak awal yang perlu dipersiapkan, tapi serangkaian krisis hak asasi manusia yang kemungkinan dapat terjadi. Planetary Defense Conference atau Konferensi Pertahanan Planet akan digelar di Wina, Austria pada 26-30 April 2021.

Di sini kita akan melihat para pakar luar angkasa dari seluruh dunia berdebat mengenai apa yang harus dilakukan jika benda asing benar-benar datang dengan jarak yang cukup dekat dan menimbulkan bahaya bagi penduduk Bumi.

PDC Hypothetical Asteroid Impact Scenario 2021 adalah latihan yang akan menjadi bagian penting dari konferensi ini. Skenarionya adalah Asteroid 2021 PDC ditemukan pada Rabu, 21 April mendatang, dan sistem memonitor dampak akan terjadi 20 Oktober 2021.

Dengan begitu hanya memberikan Bumi melakukan persiapan enam bulan saja, seperti dikutip dari situs Daily Star, Senin, 19 April 2021. Menurut simulasi, pengamatan para pakar harus dihentikan, sebab terhalang silau cahaya Bulan Purnama.

Namun, saat diteruskan dan mereka melihat dari teleskop keadaan lebih serius, karena Asteroid 2021 PDC lebih jelas terlihat dengan ukuran sekitar 35 hingga 700 meter.

Jika berada pada lintasan tabrakan, kemungkinan batu luar angkasa itu akan menabrak pada akhir minggu dengan kemungkinan 30 persen. Selain itu, ada 70 persen pada minggu depan, dan 90 persen selama minggu berikutnya.

Hipotesis awal menunjukkan Asteroid 2021 PDC akan bertabrakan dengan Bumi hanya 1 dari 2.500 simulasi. Seiring berjalannya waktu, para pakar akan mampu menentukan di mana asteroid ini akan jatuh.

Wilayah dunia yang berisiko awalnya hanya mencakup wilayah kecil, tapi kemudian membungkus sebagian besar Bumi dan kemudian ke lokasi tertentu di Bumi. Bahaya utamanya adalah semburan udara yang menyebabkan tekanan ledakan berlebih yang mungkin mencapai tingkat yang tidak bisa dihindari.

Ukuran area yang berpotensi rusak akibat ledakan dapat berkisar dari beberapa kilometer hingga ratusan kilometer. Salah satu kelompok yang terlibat dalam konferensi tersebut adalah Planetary Society. Kelompok tersebut menekankan kehancuran yang dapat ditimbulkan.

"Bukan hanya kerusakan akibat tabrakan asteroid, tapi juga efek jangka panjang dari berbagai krisis yang ditimbulkan. Dampak kota padat penduduk dapat menyebabkan jutaan kematian. Dampak pada air dapat menyebabkan banjir besar di garis pantai," ungkap pernyataan resmi Planetary Society.

Dalam simulasi Planetary Defense Conference atau Konferensi Pertahanan Planet, Asteroid 2021 PDC diperkirakan jatuh di Eropa, Amerika Utara, dan sebagian wilayah di Afrika. Sementara sebagian besar wilayah di Asia, seperti Indonesia dan Pasifik, berada di luar zona ledakan alias zona aman.