Warga Geger Temukan Potongan Tubuh Diduga Kaki Manusia di Tangsel

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah kantong plastik yang diduga berisi kaki manusia, menggegerkan warga di Perumahan Japos Griya Lestari, Jurangmangu Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (19/3/2021).

Potongan kaki manusia diduga orang dewasa itu dalam kantong plastik itu ditemukan di samping Masjid Jami An Ni'mah. Salah satu warga sekitar, Efendi (52), menuturkan, potongan kaki manusia itu ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB.

"Saya di rumah, didatengi warga sekitar pukul 07.00 WIB. Ternyata ada penemuan potongan kaki manusia. Langsung saya menuju lokasi," ujar Efendi.

Sesampainya di lokasi, ternyata benar terdapat potongan kaki manusia yang sudah membusuk. "Ternyata plastik tersebut sudah dibuka warga yang ingin mengetahui isinya. Terbungkus plastik hitam dan dalamnya plastik kuning," katanya.

Saat ditemukan, kondisi potongan kaki manusia tersebut sudah mengeluarkan bau menyengat. Bungkusan plastik pun telah dipenuhi kerumunan lalat.

"Sudah dalam kondisi membusuk dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Sampai ada belatungnya. Potongan kaki sebatas dengkul. Sudah membusuk dan sudah mengeluarkan cairan," kata dia.

Sementara warga lainnya, Soni Azharudin mengatakan, saat ditemukan potongan kaki manusia itu terbungkus dengan rapi.

"Dalamnya itu dilakban rapih, saya ngambil pisau ke masjid, saya buka tuh pakai pisau. Ternyata sudah bau menyengat. Terus curiga lagi kayak potongan kaki sapi gitu, terus kita buka lagi gitu lah, iya kaki manusia, kaki sebelah kanan," ucap Soni.

Polisi Masih Selidiki

Sementara itu polisi sudah mengumpulkan barang bukti. Kemudian cek tempat kejadian dan membawa barang bukti tersebut ke RSUD Kabupaten Tangerang, untuk menjalani forensik.

"Sementara ini buktinya hanya kaki itu saja. Kalau saksi sudah 3 orang yang kita gali keterangan, yang jelas masih penyelidikan lebih lanjut," kata Kapolsek Pondok Aren Kompol Riza Sativa.

Dia mengatakan, penemuan dugaan kaki manusia tersebut belum bisa dikatakan korban mutilasi.

"Itu terlalu dini menyimpulkan karena kita harus berdasarkan fakta di lapangan. Belum sampai menyimpulkan seperti itu, tunggu saja perkembangannya," ucap Riza.

Saksikan video pilihan di bawah ini: