Warga Ghana Tewas di Apartemen Kebon Jeruk Jakbar, Diduga Dibunuh

Bayu Nugraha, Andrew Tito
·Bacaan 1 menit

VIVA – Warga asing asal Ghana, Festus (24 tahun), ditemukan tewas bersimbah darah di unit 0601 Apartemen Galery West Residence, Jalan Panjang No.5, Kebon Jeruk Jakarta Barat, Minggu 25 Oktober 2020. Diduga Festus merupakan korban pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya, mengatakan, saat didatangi petugas, Festus telah bersimbah darah dengan sejumlah luka tusuk di bagian dada, pangkal lengan kanan, serta jari kelingking yang nyaris putus. Polisi menduga Festus diserang menggunakan benda tajam.

“Ada pisau stainles di lokasi yang diduga digunakan melukai korban,” ujar Arsya saat dikonfirmasi, Senin 26 Oktober 2020.

Baca juga: Pembunuh Ibu Hamil di Bandung Ditangkap, Motifnya Cemburu

Arsya sendiri mengakui usai laporan dugaan pembunuhan itu pihaknya bergegas ke lokasi. Olah tempat kejadian perkara sempat dilakukan dan menyisir unit apartemen itu.

Jenazah korban sudah diautopsi di RS Kramat Jati Polri, Jakarta Timur. Dari situ lah polisi mendapati sejumlah luka tusuk, salah satunya di dada yang menyebabkan korban meninggal.

Lebih lanjut, Arsya menuturkan, saat ini tiga orang saksi diperiksa guna memburu pelaku kasus pembunuhan terhadap Festus.

Salah satu saksi yang diperiksa polisi dikabarkan melihat langsung penusukan yang menewaskan WNA tersebut. “Satu di antaranya merupakan saksi kunci yang melihat pelaku menusuk korbannya,” ujar Arsya.

Arsya melanjutkan ketiga saksi ini memiliki tiga profesi berbeda, Mereka yakni guru bahas Inggris, asisten rumah tangga, dan petugas keamanan yang melaporkan kejadian ini ke polisi.

Dari keterangan ketiganya, dua saksi diketahui berada di sekitar lokasi. Dari situ polisi dapat mengidentifikasi pelaku yang diduga kuat mengenal korbannya. “Sejauh ini kami duga merupakan teman korban,” ujarnya.

Hingga kini polisi mengaku telah mengantongi identitas dan wajah pelaku yang diduga kuat terlibat dalam kejadian ini. Rekaman Closed Circuit Television (CCTV) telah dikantongi polisi. “Kami masih buru pelaku,” ujar Kasat Reskrim. (ren)