Warga Gunung Kidul antusias mengikuti program transmigrasi

Warga Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sangat antusias untuk mengikuti program transmigrasi cukup tinggi, yakni 32 kepala keluarga dari kuota yang disediakan 14 kepala keluarga pada 2022.

Kepala Seksi Transmigrasi, Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunung Kidul Sukasan di Gunung Kidul, Senin, mengatakan tahun ini, kuota transmigrasi hanya 14 KK dengan tujuan ke provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara.

"Antusiasme masyarakat ikut transmigrasi cukup tinggi sehingga kami harus melakukan seleksi," kata Sukasan.

Ia mengatakan seleksi dilakukan dengan proses wawancara serta kunjungan lapangan ke masing-masing keluarga. Langkah itu untuk melihat keseriusan calon transmigran yang menjadi dasar pemberangkatan.

Baca juga: Pemkot Pekalongan siap berangkatkan tiga keluarga calon transmigran

Baca juga: Kaltara mendapat kuota 20 KK untuk program transmigrasi

"Tidak ada tes, tapi dari kunjungan yang dilakukan akan terlihat minat masing-masing keluarga. Adapun yang belum terpilih rencananya masuk prioritas pemberangkatan di tahun berikutnya,” katanya.

Sukasan mengatakan pemberangkatan masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Di tahap awal ada lima KK, selanjutnya diberangkatkan secara bertahap sesuai dengan lokasi tujuan transmigrasi.

Meski demikian, berbagai persiapan sudah dilakukan mulai dari pelatihan hingga pemberian modal usaha sebesar Rp10 juta.

“Di sana nanti keluarga transmigran akan mendapatkan bangunan tempat tinggal dan tanah seluas hampir dua hektare,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunung Kidul, Asih Wulandari mengatakan pelaksanaan program transmigrasi sempat berhenti di 2020 lalu karena terdampak pandemi COVID-19. Meski demikian, mulai tahun lalu ada pemberangkatan lima kepala keluarga (KK) ke luar Pulau Jawa.

“Untuk minat transmigrasi di Gunung Kidul terhitung tinggi,” kata Asih.

Menurut dia, ada beberapa tahapan sebelum pemberangkatan calon transmigran. Selain sosialisasi, juga ada pendaftaran, seleksi hingga pelatihan untuk bekal hidup di tempat tinggal yang baru.

“Kalau detailnya bisa langsung ke seksi transmigrasi,” katanya.

Baca juga: Pemukiman transmigrasi Werianggi Teluk Wondama segera ditempati warga

Baca juga: Mendes PDTT berharap kawasan transmigrasi jadi pusat ekonomi baru

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel