Warga Indonesia beraksi beri makan kelompok miskin saat pembatasan

DEPOK, Indonesia (Reuters) - Terkejut dengan bagaimana pandemi virus corona telah membuat banyak orang Indonesia jatuh miskin, sekelompok sukarelawan menyediakan makanan gratis bagi para pencari nafkah harian yang rentan di lingkungan mereka, mulai dari pengemudi becak hingga pengumpul sampah.

Jutaan orang Indonesia telah jatuh ke dalam kemiskinan dalam beberapa bulan terakhir dan berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup di negara yang telah melaporkan lebih dari 1.100 kematian akibat COVID-19, korban tertinggi di Asia Timur di luar China dari penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona baru.

"Ini saatnya bagi kita untuk bertindak," kata Sherina Redjo, 19 tahun, salah satu dari 15 mahasiswa di balik inisiatif tersebut.

Para relawan naik sepeda motor mereka untuk mendistribusikan paket makanan gratis sekitar empat kali seminggu di saat waktu berbuka puasa selama Ramadhan di Depok, sebuah kota satelit di pinggiran ibu kota Jakarta. Umat muslim di negara mayoritas muslim itu menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan.

Sementara mengakui upaya mereka mungkin hanya menggores permukaan masalah, Redjo mengatakan tidak peduli seberapa kecil "itu pasti akan membantu mereka".

Kelompok itu memperkirakan mereka telah membagikan lebih dari 660 makanan sejak mereka mulai pada pertengahan Maret.

Wabah corona telah membuat sekitar 2 juta orang kehilangan pekerjaan mereka hanya dalam enam minggu, kata menteri keuangan negara itu pada awal Mei, menambahkan bahwa upaya negara untuk memberantas kemiskinan telah mundur satu dekade.

Para relawan mengumpulkan sumbangan di media sosial untuk membayar makanan dan pada hari yang baik mereka dapat mengumpulkan cukup uang untuk menghasilkan 50 bungkus makanan kotak.

Penerima manfaat sebagian besar adalah penerima upah harian, seperti pengemudi becak, pekerja pengiriman dan pengumpul sampah, yang mata pencahariannya paling terdampak oleh wabah tersebut.

"Saya berterima kasih banyak kepada mereka karena memberi saya paket ini dan saya berdoa untuk kemurahan hati mereka," kata Bambang, seorang pengemudi becak yang hanya menggunakan satu nama.

Tujuan para relawan adalah untuk memastikan orang-orang ini memiliki makanan sebelum mereka tidur.

"Kami fokus menyediakan makan malam sehingga setidaknya mereka bisa tidur dengan perut penuh," kata Luqmanul Hakim Yullyadi, 19, juru masak kelompok itu, yang belajar keterampilan kuliner dari ibunya yang menjalankan bisnis katering makanan .

"Saya bergabung karena merasa kasihan dan simpati pada banyak teman saya yang penghasilan orangtuanya terganggu karena pandemi ini dan juga bagi orang-orang di jalan yang hidupnya tergantung pada upah harian," katanya.