Warga Inggris Pilih Tidak Makan Demi Bayar Tagihan Listrik

Merdeka.com - Merdeka.com - Hampir 11 juta orang di Inggris kini menunggak listrik dan lima juta lainnya memilih tidak makan demi bisa membayar listrik. Demikian menurut survei yang dilakukan lembaga Opinium terhadap 2.000 orang dewasa di Inggris pada bulan lalu.

Sekitar 20 persen orang dewasa di Negeri Tiga Singa atau 10,9 juta warga kini setidaknya menunggak salah satu tagihan rumah tangga. Angka itu naik 3 juta orang sejak Maret lalu, kata laporan dari badan alam Money Advice Trust, seperti dilansir laman the Guardian, Rabu (21/9).

Sebanyak 5,6 juta warga Inggris juga tidak makan dalam tiga bulan terakhir karena tingginya biaya hidup. Itu artinya mereka tidak makan sama sekali dalam satu hari atau beberapa hari atau hanya makan sekali sehari.

Menurut jajak pendapat itu juga, hampir 8 juta orang menjual harta benda mereka untuk membayar tagihan-tagihan.

Joanna Elson, kepala eksekutif Money Advice Trust, mengatakan, jaminan pemerintah soal harga energi membuat sebagian orang merasa lega, tapi jutaan lainnya sudah terlanjur menderita.

"Banyak rumah tangga menghadapi pilihan yang tidak masuk akal, seperti memilih antara makan atau listrik," Elson. Dia menyerukan pemerintah untuk menggunakan anggaran guna membantu mereka yang berpenghasilan rendah.

Badan amal itu juga mengatakan kini banyak rumah tangga yang tidak punya cara lagi untuk mengakali lonjakan harga-harga kebutuhan hidup. Sebanyak 41 persen warga sudah memotong biaya di luar kebutuhan pokok. Angka itu naik tujuh persen sejak Maret lalu.

Survei itu menyatakan tingginya harga energi juga membuat jutaan orang tidak mampu lagi bertahan. Sekitar 10,7 juta warga mengalami lonjakan tagihan energi sebesar 100 poundsterling atau Rp 1,7 juta atau bahkan lebih sejak April lalu.

Satu dari sembilan orang mengatakan tagihan energi mereka bahkan sudah mencapai angka yang tidak sanggup mereka bayar.

Naiknya harga energi berarti makin banyak orang yang perlu meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan. Money Advice Trust memperkirakan lebih dari 15 juta orang memakai kartu kredit untuk membayar kebutuhan pokok, naik 2,1 juta orang sejak Maret lalu. Sementara satu dari sepuluh orang meminjam uang dari keluarga atau teman mereka. [pan]