Warga Isoman Mulai Sepi, Posko Saling Jaga Surabaya Ditutup

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Jumlah warga isolasi mandiri (isoman) di Kota Surabaya terus menurun beberapa hari terakhir ini. Posko Saling Jaga yang selama ini memberikan bantuan kepada warga isoman pun akhirnya ditutup.

Koordinator GusDurian Peduli Yuska Harimurti mengatakan, tepat ini hari ke 40 Posko Saling Jaga berkegiatan dari Jalan Mawar Surabaya untuk membantu penanganan dampak pendemi COVID-19 di Kota Surabaya.

"Dan hari ini pula kami putuskan untuk menutup program bantu warga isoman yang kini hanya menyelesaikan beberapa orang saja, tidak ada pendaftaran baru," katanya, dikutip dari Antara, Senin (23/8/2021).

Selama 14 hari berkegiatan, Posko Saling Jaga membagikan sekitar 6.976 paket makanan dan sembako kepada warga di seluruh wilayah di Kota Surabaya.

Menurut dia, dengan berkurangnya jumlah warga isoman tersebut menunjukkan bahwa kondisi pandemi COVID-19 di Surabaya sudah berangsur membaik.

"Jika dilihat indikasi rumah sakit mulai longgar, shelter isolasi mandiri juga kosong," ujarnya.

Untuk itu, lanjut dia, program isoman selesai karena tinggal beberapa orang saja. Meski demikian, lanjut dia, posko tetap buka dengan berganti program sembako untuk warga terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bagikan Sembako

Menurutnya, bantuan sembako dan kebutuhan sehari hari pasti juga menjadi masalah utama mereka saat ini.

"Minggu pagi ini, kami membagi 100 paket beras untuk warga sekitar posko," katanya

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam aksi sosial di tengah pandemi ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel