Warga Jakut antisipasi rob dampak gerhana bulan total

Warga Jakarta Utara mengantisipasi kenaikan air laut (rob) karena pasang maksimum saat fenomena gerhana bulan total dengan memindahkan perabotan rumah tangganya ke tempat lebih tinggi pada Senin.

Salah satu warga Blok Empang, Muara Angke, Penjaringan, Urip Sumiati, mengaku khawatir air laut naik ke permukaan karena dampak gerhana bulan total menyebabkan rob masuk rumah dan merusak perabotan, khususnya elektronik.

"Gerhana biasanya rob, banjir bisa sampai setengah meter, masuk ke rumah. Kami kan takut, ini daerah dekat dengan laut, setiap bulan sekali kalo ada gerhana banjir gede," kata Urip kepada wartawan di Jakarta Utara, Senin.

Urip mengevakuasi perabotannya ke lantai atap (roof top) rumah, di antaranya kasur, televisi, dan kipas angin.

Baca juga: Wali Kota Jakut paparkan antisipasi cuaca ekstrem

Baca juga: DKI genjot penanaman mangrove untuk kendalikan rob di pesisir Jakarta

Warga Blok Empang lainnya, Nike Winenti juga mengangkat perabotannya agar tidak rusak saat rob terjadi akibat dampak gerhana bulan total.

"Setiap ada gerhana bulan banjirnya gede, air pasang lautnya selalu gede, sampe masuk ke rumah, makanya saya menaikkan barang-barang saya," kata Nike.

Warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengatasi permasalahan banjir rob di Blok Empang yang bisa terjadi dua hingga tiga kali setahun apabila pasang air laut sangat tinggi.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Eko Prasetyo, saat dikonfirmasi wartawan pada Senin mengungkapkan kalender potensi terjadinya pasang air laut maksimum karena gerhana bulan total, Selasa (8/11).

Kalender Pasang Surut 2022, kata dia, dapat dimanfaatkan sebagai penyiapan upaya adaptasi dan mitigasi masyarakat pesisir dari potensi ancaman banjir pesisir/rob di wilayah-wilayah yang sering terdampak atau pernah terdampak banjir pesisir/rob.