Warga Jambi di minta pantau prakiraan cuaca waspadai bencana banjir

·Bacaan 2 menit

Warga Jambi di minta untuk terus memantau prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar dapat mewaspadai bencana longsor dan banjir akibat luapan air sungai.

"Hujan lebat akan terjadi di wilayah barat Provinsi Jambi, ini perlu diwaspadai masyarakat mengingat daerah barat merupakan daerah perbukitan," kata Kepala BMKG Provinsi Jambi Ibnu Sulistyo di Jambi, Sabtu.

Wilayah barat merupakan wilayah hulu sungai, selain bencana longsor bencana banjir patut di waspadai oleh masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai. Terutama masyarakat yang berada di sepanjang aliran Sungai Batanghari yang melintasi sebagian besar kabupaten di Provinsi Jambi yang mengalir menuju wilayah timur Provinsi Jambi.

Di Kabupaten Kerinci hujan terjadi di daerah Batang Merangin, Danau Kerinci. Kemudian di Kabupaten Merangin daerah Tabir Barat, Pangkalan Jambu, Sungai Manau Nala Tantan, Renah Pembarep.

Baca juga: Polda Jambi siagakan 18 kapal Polairud antisipasi banjir

Baca juga: Basarnas Jambi catat 19.292 orang terdampak banjir di Bungo

Selanjutnya di Kabupaten Bungo hujan lebat akan terjadi di wilayah Pelepat, sementara untuk Kabupaten Sarolangun hujan lebat terjadi wilayah Limun, Pelawan, Singkut dan Batang Asai.

Hujan lebat disertai petir dan angin kencang biasa terjadi pada siang menjelang sore hari dan malam menjelang dini hari.

"Secara umum seluruh kabupaten di Provinsi Jambi akan terdapat hujan lebat, seperti di Kabupaten Muarojambi, Kabupaten Batanghari dan Kota Jambi," kata Ibnu Sulistyo.

Sementara itu Kabupaten Bungo saat ini sudah menaikkan status bencana banjir dari siap siaga menjadi tanggap darurat. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar kecamatan di Kabupaten Bungo sudah terendam banjir.

"Kabupaten Bungo yang baru menaikkan status, karena kemarin ada bencana banjir cukup besar," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Bachyuni.

Dengan status tanggap darurat tersebut, Kabupaten Bungo bisa menggunakan dana Biaya Tak Terduga (BTT) untuk penanganan bencana. Selain itu Kabupaten Bungo juga dapat mengusulkan dana bantuan dari BNPB pusat untuk penanganan bencana banjir tersebut.

Bachyuni menjelaskan Kabupaten Bungo sudah memenuhi kriteria dalam meningkatkan status bencana banjir. Dimana banyak korban yang terdampak di delapan kecamatan yang terendam banjir.

Sementara Pemerintah Provinsi Jambi belum bisa menaikkan status ke tanggap darurat karena kabupaten lain belum dilanda banjir seperti di Kabupaten Bungo.*

Baca juga: Polisi tangkap napi Lapas Jambi yang kabur saat banjir tahun 2017

Baca juga: Sungai Batanghari di Jambi Siaga II banjir

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel