Warga Jambi Ketakutan Temukan Bangkai Gajah Tanpa Gading di Kebun Karet

Merdeka.com - Merdeka.com - Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) berjenis jantan mati di perkebunan karet milik warga Desa Suo Suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. Kasi Wilayah II BKSDA Jambi Didi Bangkit Kurniawan menyampaikan, awalnya mendapat laporan dari warga bernama Lidar melihat gajah yang berada di kebunnya.

Perempuan itu ketakutan saat melihat bangkai gajah, sehingga memutuskan pulang. Kemudian anak Linda pergi ke kebun untuk mengambil kabau dan melihat gajah mati yang sudah bau bangkai.

"Kita mendapat laporan tersebut pada hari yang sama petugas PIKG melakukan verifikasi laporan tersebut dan menemukan gajah yang mati Desa Suo suo, yang merupakan kawasan APL," kata Didi, Jumat (2/9).

Sesuai tracking dengan GPS collar, pada beberapa hari terakhir posisi kelompok gajah yang berada di sekitar lokasi kejadian adalah kelompok gajah Ginting, Mutiara dan Quin.

Untuk menindaklanjuti informasi tersebut, kata Didi, pada tanggal 30 Agustus 2022 BKSDA Jambi menugaskan tim yang terdiri dari Polhut dan dokter hewan bersama dengan FZS dan Masyarakat Mitra Konservasi (MMK) untuk melakukan pengecekan lapangan dan pengumpulan informasi. Kemudian dari hasil pengamatan dokter hewan, gajah diperkirakan telah mati selama empat hari.

"Tubuh gajah tidak ditemukan adanya indikasi luka lebam, luka sayat dan luka yang lainnya di bagian luar tubuh satwa gajah berjenis kelamin jantan dengan perkiraan usia lima tahun tidak ditemukan gading," jelasnya.

Selanjutnya dilakukan nekropsi oleh dokter hewan dan dilakukan pengambilan sampel organ dalam yang terdiri dari limpa, paru, usus, isi usus, hati dan jantung, kemudian sampel organ dikirim ke Pusat Studi Satwa Primata Bogor untuk dianalisa histopatologi dan toksikologi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Karena gajah sumatera merupakan satwa dilindungi berdasarkan PP 7/2019 dan Peraturan Menteri 106/2018 dan di alam sehingga diperlukan Kepedulian dan partisipasi para pihak dalam upaya penyelamatannya," bebernya.

Reporter: Hidayat [cob]