Warga Jawa Timur Diminta Waspadai Angin Kencang dalam Sepekan

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Hujan lebat disertai angin kencang diprediksi akan melanda sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Timur. Potensi gelombang tinggi di sebagian perairan di Jawa Timur juga diperkirakan tinggi. Warga diminta waspada akan potensi bencana akibat cuaca buruk itu.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, Teguh Tri Susanto, menuturkan bahwa curah hujan di provinsi itu kian intens memasuki bulan Februari. Selain hujan, embusan angin pun makin kencang pada tiga sampai empat hari terakhir.

“Memang ada gangguan daerah low pressure di Selatan Indonesia yang cukup banyak memanjang sampai Timur Indonesia,” kata Teguh dikonfirmasi wartawan pada Senin, 1 Februari 2021.

Baca: Kisah Istri Sempat Telepon Cuaca Buruk, Sebelum Sriwijaya Air Jatuh

Menurutnya, angin kencang yang melanda Jawa Timur bersifat periodik, diperkirakan terjadi tiga sampai tujuh hari ke depan. Masyarakat diharapkan tak terlalu khawatir soal itu karena kondisi angin akan kembali normal.

Mengacu pada kondisi cuaca prakiraan cuaca maritim perairan Jawa Timur yang dikeluarkan BMKG Tanjung Perak untuk 1 Februari 2021, arah angin didominasi dari Barat-Barat Laut dengan kecepatan angin maksimum di Laut Jawa bagian timur sebesar 23 knots (43 km/jam) dan Samudera Hindia selatan Jawa Timur sebesar 27 knots (50 km/jam).

Kondisi angin itu menyebabkan potensi ketinggian gelombang laut di Selat Madura antara 0.5-1.5 meter, di Laut Jawa bagian timur antara 0.5 - 2.0 meter, sedangkan di Samudera Hindia selatan Jawa Timur antara 2.3 -4.5 meter. BMKG mengeluarkan peringatan potensi ketinggian gelombang lebih dari 2.5 meter di Perairan selatan Jawa Timur dan Samudera Hindia selatan Jawa Timur.

Prakiraan cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG Tanjung Perak untuk Selasa, 2 Februari 2021, kurang lebih sama. "Ketinggian gelombang laut di Selat Madura antara 0.5 - 1.8 meter, di Laut Jawa bagian timur antara 0.5 - 2.3 meter, sedangkan di Samudera Hindia selatan Jawa Timur antara 2.3 -4.3 meter. Warning! Waspada tinggi gelombang lebih dari 2.5 meter di Perairan selatan Jatim dan Samudera Hindia selatan Jawa Timur."

Merujuk pada informasi cuaca dari BMKG itu, VIVA yang berencana berkunjung ke pulau dengan oksigen terbaik kedua di dunia, Pulau Giliyang, di Kabupaten Sumenep, Madura, tertunda. Pulau itu satu jam perjalanan dari Pelabuhan Dungkek. Perahu mesin penyeberangan dikabarkan tak beroperasi. Pantauan VIVA, hampir setiap hari angin kencang dan ombak tinggi terjadi di Sumenep.