Warga Jayapura Sulit berkerumun di Malam Tahun Baru, Mengapa?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jayapura - Pemerintah Kota Jayapura meniadakan pesta kembang api dan malam pergantian tahun baru yang menjadi agenda tahunan pemerintah bersama masyarakat setempat.

Kebiasaan ini tak dilakukan sebagai langkah pemerintah untuk pencegahan penularan COVID-19 dan menghindari berkerumunnya warga.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano menuturkan walau Kota Jayapura sudah zero COVID-19 sejak dua minggu lalu, namun larangan berkerumun saat malam pergantian tahun baru tetap dilakukan.

“Kami imbau warga untuk berdoa di rumah dan tak berkerumun. Jika ada ibadah, maka jemaatnya hanya diperbolehkan 75 persen dari kapasitas ruangan,” katanya, Selasa (28/12/2021).

Benhur mengakui kasus COVID-19 di Kota Jayapura hingga saat ini tak bertambah karena kerja sama semua pihak, termasuk TNI Polri dan tim medis yang gencar melakukan vaksinasi.

“Wajib disyukuri bahwa Kota Jayapura tak ada lagi pasien COVID-19. Hanya saja, Kota Jayapura masih berada pada level 2 karena masih banyak yang belum vaksin. Harusnya Kota Jayapura bisa menyandang level 1,” jelasnya.

Hingga kini, vaksinasi di Kota Jayapura mencapai 76,49 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan Kabupaten Merauke dengan capaian vaksinasi 82,4 persen.

Saksikan video pilihan berikut ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel