Warga Jepang Tak Lagi Wajib Pakai Jas ke Kantor (2)

Warga Jepang Tak Lagi Wajib Pakai Jas ke Kantor (2)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mansur AM

TRIBUNNEWS.COM - GAYA hidup masyarakat Jepang benar-benar berubah setelah gempa besar yang melanda Kepuluan Honshu, Sendai, Provinsi Miyagi, 11 Maret lalu.

Tidak hanya kerugian keuangan, warga Jepang harus berhemat listrik agar pasokan energy itu tetap lancar menyusul rusaknya empat PLTN di Fukushima.

Salah satu cara menghemat listrik, dengan mengubah gaya pakaian. Dari formal ke pakaian santai. Supaya tidak kepanasan saat berada di kantor. Setelah pemakaian AC dikurangi.

Sejak awal Juni, karyawan dan pegawai bebas ke kantor dengan pakaian kasual. Di Tokyo, perubahan gaya hidup ini tidak terlalu menonjol.

Di jalanan, masih banyak warga dengan pakaian resmi lalu-lalang. Tapi di prefektur, sangat jarang ditemukan warga dengan pakaian lengkapnya.

Pusat perbelanjaan memanfaatkan kesempatan ini untuk promosi besar-besaran pakaian kasual.

Super Cool Biz, nama kampanye pakaian santai untuk ke kantor.kampanye bertujuan mengurangi penggunaan AC di dalam ruangan. Dengan pakaian santai, karyawan/pegawai tak lagi kepanasan.

“Gubernur tidak mewajibkan pegawai berpakaian resmi saat di kantor. Supaya tidak kepanasan karena pemakaian AC dikurangi,” kata kata pejabat teras Dinas Pertanian Prefektur Tochigi, Takayama Achihiko.