Warga Kabupaten Bekasi Mulai Disuntik Vaksin Moderna

·Bacaan 1 menit

VIVA – Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengumumkan bahwa warga di daerah itu mulai disuntik vaksin COVID-19 buatan Moderna asal Amerika Serikat.

"Vaksin Moderna diberikan sebagai vaksin dosis ketiga kepada tenaga kesehatan serta masyarakat umum yang belum divaksin sama sekali," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti di Cikarang, Jumat, 20 Agustus 2021.

Dia mengatakan Kabupaten Bekasi mendapatkan alokasi vaksin Moderna sebanyak 25.000 dosis dan telah didistribusikan ke seluruh fasilitas kesehatan.

"Jadi semua skema vaksinasi kita gunakan demi mencapai target akselerasi vaksinasi," katanya.

Selain vaksin Moderna, kata dia, pemerintah daerah juga menggunakan vaksin Sinovac dan AstraZeneca untuk mengejar target percepatan vaksinasi.

"Dua vaksin ini untuk dosis kedua. Kami juga mendapatkan alokasi vaksin merek Pfizer sebanyak 75.000 dosis. Insyaallah mulai Senin (23/8) sudah dipakai," ucapnya.

Berdasarkan pantauan di Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, vaksinasi COVID-19 oleh Puskesmas Sukamahi menggunakan vaksin Moderna tetap berlangsung sesuai protokol kesehatan ketat meski antusias warga tinggi.

Warga setempat, Dimas (34 tahun), mengaku antusias mengikuti vaksinasi itu. Setelah mendapat formulir pendaftaran dari pengurus warga setempat, dia langsung mendatangi lokasi vaksinasi.

"Dari informasi yang saya dengar itu vaksin Moderna tingkat efikasinya paling tinggi, sampai 90 persen lebih. Tidak pikir panjang langsung saya ikut karena kebetulan saya juga belum pernah divaksin," katanya.

Dimas mengaku tidak khawatir akan efek samping yang ditimbulkan setelah menerima suntik vaksin Moderna meski terbilang jenis vaksin baru. Dia mengaku tidak merasakan gejala efek samping apa pun setelah disuntik vaksin Moderna. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel