Warga Kampar Tangkap Ular Piton Sepanjang 7 Meter, Usia Diperkirakan 20 Tahun

Merdeka.com - Merdeka.com - Warga Simpang Kubu, Kabupaten Kampar, Riau, dihebohkan dengan kemunculan seekor ular piton (Python reticulatus) sepanjang 7 meter di kebun mereka, Rabu (11/5). Satwa yang diduga baru memangsa babi hutan itu kemudian ditangkap dan diserahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Plh Kepala BBKSDA Riau, Hartono mengatakan setelah diamankan, binatang melata itu akan dilepasliarkan kembali karena termasuk satwa dilindungi.

"Dari hasil evaluasi, satwa tersebut dalam kondisi sehat dan sifat liarnya masih bagus. Karena itu kita langsung melakukan pelepasliaran di dalam kawasan konservasi," katanya, Kamis (12/5).

Menurut Hartono, ular itu ditemukan masyarakat yang sedang beraktivitas di kebun. Mereka melihatnya sedang mencari makan.

Dilepasliarkan ke Habitatnya

Karena takut melihat ukuran ular yang tak lazim, masyarakat bersama-sama mengevakuasi. Mereka juga menghubungi petugas BBKSDA Riau.

"Dari laporan tersebut, kami segera melakukan pengamanan. Kemungkinan ular tersebut sedang memakan satwa babi di kebun masyarakat. Karena melihat postur tubuh dan sifat gerakannya yang lambat. Tubuhnya juga terlihat besar. Umur kurang lebih sudah 20 tahun," kata Hartono.

BBKSDA Riau melepasliarkan ular tersebut bersamaan dengan tangkapan masyarakat di Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan dengan pajang 7-8 meter. Keduanya dilepasliarkan ke habitatnya hari ini, Kamis (12/5).

"Kebetulan yang satu lagi juga ditangkap masyarakat di Kecamatan Bunut, Pelalawan yang panjangnya 7-8 meter. Lokasi penemuan satwa tersebut agak jauh dari pemukiman warga karena ditemukan di kebun masyarakat, sehingga keberadaannya masih aman. Karena berada di area kebun, makanya dievakuasi masyarakat," tandas Hartono. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel