Warga Kampung Eks Napiter di Poso Deklarasi Lawan Terorisme

·Bacaan 1 menit

VIVA – Satgas Madago Raya menggandeng Kementerian Agama Kabupaten Poso, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Poso, tokoh agama serta tokoh adat untuk mewujudkan kedamaian di Bumi Sintuwu Maroso, Poso, Sulawesi Tengah.

Warga Dusun Tamanjeka Desa Masani, Poso Pesisir yang dikenal dengan basis Islam radikal telah mengucapkan ikrar atau deklarasi untuk menolak serta melawan radikalisme dan terorisme.

Kasatgas Humas Madago Raya, Kombes Didik Supranoto mengatakan deklarasi warga yang menolak dan melawan aksi radikalisme mayoritas merupakan mantan narapidana teroris untuk mewujudkan Kabupaten Poso yang damai dan lebih baik.

“Upaya preemtif ini diprakarsai Satgas Madago Raya menggandeng Kemenag, tokoh agama untuk memberikan edukasi, pembinaan dan penggalangan warga Tamanjekan Poso,” kata Didik melalui keterangannya pada Kamis, 24 Juni 2021.

Mantan Kapolres Kolaka Polda Sulawesi Tenggara ini berharap masyarakat yang deklarasi menolak radikalisme bisa diikuti warga Kabupaten Poso lainnya, sehingga bisa memerangi aksi terorisme di wilayah Poso, Sulawesi Tenggara.

“Semoga dengan adanya deklarasi menolak melawan radikalisme dan terorisme ini dapat diikuti warga Kabupaten Poso yang lain, sebagai perwujudan bahwa terorisme adalah musuh bersama,“ tandasnya.

Baca juga: Pertama Kali, Nakes di Wisma Atlet Meninggal karena COVID-19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel