Warga Khawatir Makan Bakso Babi

Laporan Nurmulia Rekso
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Udin, salah seorang warga Cipete Utara, Jakarta Selatan mengaku gemar makan bakso. Ia selalu penasaran menjajal setiap tukang bakso yang ia temui di Jalan. Namun sejak sepekan terakhir ia memilih untuk tidak lagi sembarangan mengonsumsi bakso.

Udin tinggal tak jauh dari tempat penggilingan daging di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, yang pada Rabu (12/12) dini hari digerbek petugas Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan serta petugas Polda Metro Jaya. Tempat penggilingan daging milik Nuredi itu kedapatan juga menjual daging babi, yang diakui sebagai daging sapi dan membuat sejumlah pedagang bakso keliling terkecoh.

"Saya sempat dikabari sama teman seminggu lalu, kalau di tempat itu jualan daging babi, saya akhirnya hati-hati sekarang," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa di tempat Nuredi banyak penjaja bakso keliling datang untuk membeli daging murah tersebut. Salah satu konsumen Nuredi adalah tukang bakso keliling langanannya.

"Bakso langanan saya itu memang enak, banyak orang yang beli," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.