Warga Korea Selatan Meninggal Usai Disuntik Vaksin Flu, Jumlahnya Melonjak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Dalam beberapa hari terakhir, 13 warga Korea Selatan dilaporkan meninggal dunia setelah menerima suntikan vaksin flu. Laporan itu diungkap media resmi pemerintah dan media lokal Korea Selatan.

Kasus tersebut pun meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan vaksin, bahkan walaupun pihak berwenang mengesampingkan kaitan antara keamanan vaksin dan kematian warga setelah disuntik vaksin.

Otoritas kesehatan Korea Selatan menyatakan tidak memiliki rencana untuk menangguhkan program penyuntikan vaksin flu secara gratis kepada sekitar 19 juta orang, setelah penyelidikan pendahuluan terhadap enam korban jiwa tidak menemukan hubungan langsung pada kematian korban dengan vaksin.

Tidak ada zat beracun yang ditemukan dalam vaksin, dan sedikitnya lima dari enam orang meninggal yang diselidiki memiliki kondisi yang mendasari kematian mereka, kata para pejabat. Para pejabat telah melaporkan sembilan orang meninggal setelah mendapatkan vaksinasi flu, dan kantor berita Yonhap melaporkan empat orang lainnya meninggal pada Kamis (22/10/2020).

Vaksinasi Flu Gratis Ditangguhkan

Penumpang memakai masker untuk membantu melindungi dari penyebaran virus corona bersiap untuk naik kereta menjelang liburan Chuseok atau Hari Thanksgiving versi Korea di Stasiun Kereta Seoul di Seoul, Korea Selatan, Selasa (29/9/2020). (AP Photo / Ahn Young-joon)
Penumpang memakai masker untuk membantu melindungi dari penyebaran virus corona bersiap untuk naik kereta menjelang liburan Chuseok atau Hari Thanksgiving versi Korea di Stasiun Kereta Seoul di Seoul, Korea Selatan, Selasa (29/9/2020). (AP Photo / Ahn Young-joon)

Jatuhnya korban jiwa, termasuk seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun dan seorang pria berusia 70-an, terjadi hanya sepekan setelah program vaksinasi flu gratis untuk remaja dan lansia dimulai kembali.

Program tersebut ditangguhkan selama tiga minggu setelah ditemukan bahwa sekitar 5 juta dosis, yang perlu disimpan di lemari es, telah terpapar pada suhu ruangan saat diangkut ke fasilitas medis.

Vaksin flu di Korea Selatan berasal dari berbagai sumber, seperti dilansir Antara. Produsen vaksin flu di Korsel termasuk produsen lokal GC Pharma, SK Bioscience dan Ilyang Pharmaceutical Co, bersama perusahaan farmasi asal Prancis Sanofi dan Glaxosmithkline asal Inggris.

Distributor vaksin flu di Korsel termasuk LG Chem Ltd dan Boryung Biopharma Co. Ltd., yang merupakan bagian dari Boryung Pharm Co. Ltd.

Prosuden Vaksin Tolak Berkomentar

Orang-orang yang memakai masker wajah untuk membantu melindungi dari penyebaran virus corona menunggu kereta mereka menjelang liburan Chuseok atau Hari Thanksgiving versi Korea di Stasiun Kereta Seoul di Seoul, Korea Selatan, Selasa (29/9/2020). (AP Photo / Ahn Young-joon)
Orang-orang yang memakai masker wajah untuk membantu melindungi dari penyebaran virus corona menunggu kereta mereka menjelang liburan Chuseok atau Hari Thanksgiving versi Korea di Stasiun Kereta Seoul di Seoul, Korea Selatan, Selasa (29/9/2020). (AP Photo / Ahn Young-joon)

GC Pharma, LG Chem, SK Bioscience dan Boryung menolak berkomentar perihal adanya korban meninggal setelah menerima suntikan vaksin flu. Sementara itu, Ilyang Pharmaceutical, Sanofi dan GSK belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Korea Selatan telah memperpanjang program vaksin musimannya tahun ini untuk menangkal potensi komplikasi wabah COVID-19 dan mengurangi beban rumah sakit selama musim dingin.

Para pejabat mengatakan 8,3 juta orang telah diinokulasi dengan vaksin flu gratis sejak program dilanjutkan pada 13 Oktober, dan ada laporan soal sekitar 350 kasus reaksi yang merugikan akibat vaksin.

Jumlah kematian tertinggi terkait dengan vaksinasi flu musiman adalah enam orang pada 2005, menurut kantor berita Yonhap.

Para pejabat mengatakan sulit untuk membuat perbandingan dengan tahun-tahun sebelumnya karena lebih banyak orang yang memakai vaksin pada 2020.

Saksikan video pilihan di bawah ini: