Warga Korea Utara Menangis Lihat Kim Jong-un Tampak Kurus

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Pyongyang - Warga Korea Utara dikabarkan tengah patah hati atas turunnya berat badan yang tiba-tiba dari sang pemimpin, Kim Jong-un. Reaksi ini muncul beberapa hari setelah penampilan Kim Jong-un di televisi pemerintah setelah berbulan-bulan absen dari mata publik.

"Melihat Kim Jong-un tampak kurus sangat menghancurkan hati rakyat kami," kata seorang warga negara Korea Utara, dikutip dari laman hindustantimes, Senin (28/6/2021).

"Semua orang mengatakan bahwa air mata mereka mengalir," tambahnya.

Laporan penurunan berat badan Kim mulai beredar setelah rekaman warga Korea Utara menonton klip rapat pleno Komite Sentral Partai Buruh Korea yang diadakan pada 17 Juni.

Analis Korea Utara yang mempelajari rekaman itu dengan cermat dan mengatakan Kim Jong-un tampaknya telah kehilangan berat badan karena tali jam tangannya tampak lebih kencang dan wajahnya terlihat jauh lebih kurus.

Turun Berat Badan

Kim Jong-un menangis terharu dalam parade militer yang menampilkan rudal baru Korea Utara pada 10 Oktober 2020 (AFP)
Kim Jong-un menangis terharu dalam parade militer yang menampilkan rudal baru Korea Utara pada 10 Oktober 2020 (AFP)

Pria berusia 37 tahun itu telah kehilangan sebanyak 10-20 kilogram, lapor Associated Press.

Kim, yang menyukai minuman keras dan merokok, berasal dari keluarga dengan riwayat penyakit jantung.

Baik ayah dan kakeknya yang memerintah Korea Utara sebelumnya dia menyerah pada masalah jantung.

Spekulasi tentang kesehatannya telah tersebar luas sejak dia menghilang dari mata publik tahun lalu, dan membuat saudara perempuannya Kim Yo-jong digadang-gadang akan mengambil alih kepemimpinan.

Yo-jong kala itu diyakini sebagai penerus kakaknya.

Infografis Korea Utara Dikepung

Infografis Korea utara di kepung
Infografis Korea utara di kepung
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel