Warga Krukut pertama positif COVID-19 berpotensi terkena Omicron

·Bacaan 1 menit

Kepala Puskemas Kelurahan Krukut Kecamatan Taman Sari Jakarta Barat Syukur Pelianus mengatakan warga pertama terpapar COVID-19 di kelurahan tersebut, berinisial R, berpotensi terpapar varian Omicron.

"Jadi R ini masih probabel sampai sekarang. Artinya ada tanda-tanda hasil PCRnya itu Omicron. Sudah dilakukan tes lanjutan untuk memastikan, tapi hasilnya belum keluar," kata Syukur Pelianus, di lokasi tracing di RT 11 Kelurahan Krukut, Jakarta Barat, Senin.

Menurut Syukur, hingga saat ini Puskesmas Krukut masih menunggu hasil tes dari Kementerian Kesehatan untuk memastikan apakah 36 warganya terpapar COVID-19 varian Omicron atau tidak.

Puskesmas Krukut saat ini juga tengah gencar melakukan tracing di empat RT di RW 02 Kelurahan Krukut. Warga yang tercatat sebagai kontak erat, diarahkan untuk mengikuti tes swab antigen di empat lokasi yang disediakan Puskemas yakni Lapangan Garuda, lapangan SMKN 35, STM Kampung Jawa, dan Pasar Krukut.

Dari empat lokasi itu pihak kecamatan menargetkan dapat mentracing 500 warga pada Senin hari ini.

Syukur berharap warga kooperatif dengan bersedia mengikuti tes swab dan antigen tersebut agar penyebaran COVID-19 bisa dicegah.

Sebelumnya, Sebanyak 36 warga Taman Sari, Jakarta Barat, positif tertular virus corona (COVID-19) berdasarkan hasil tes antigen dan PCR.

Dari 36 orang itu, 35 di antaranya sudah dirujuk ke Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk menjalani isolasi. Sedangkan satu orang lainnya dibawa ke rumah sakit karena melahirkan.

Lurah Krukut, lham Nurkarin, mengatakan, temuan ini berawal dari salah satu warga yang melakukan tes PCR mandiri di rumah sakit di wilayah Taman Sari setelah tiba dari luar kota. Hasil tes PCR itu keluar tanggal 5 Januari dengan hasil positif.

Baca juga: Kelurahan Krukut tracing 500 warga setelah ditemukan 36 kasus positif
Baca juga: Kelurahan Krukut sebut 13 warganya terpapar COVID-19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel