Warga Las Vegas Kaget Lihat Langit, Dikira Serangan Nuklir Ternyata Bukan

Merdeka.com - Merdeka.com - Warga Las Vegas, Amerika Serikat (AS) membagikan foto-foto awan berbentuk jamur yang terbentuk di langit kota itu pada Ahad lalu.

Dalam unggahan-unggahan itu, banyak warga Las Vegas bercanda jika awan jamur itu mengingatkan mereka pada uji coba nuklir yang kerap dilakukan pada 1950-an.

Awan jamur itu mirip dengan awan hasil ledakan senjata nuklir, apalagi ditambah dengan warna jingga pada awan karena terbenamnya matahari. Namun awan itu bukanlah awan nuklir, melainkan awan petir.

Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (4/10), awan petir dapat berbentuk seperti awan jamur hasil ledakan nuklir ketika arus listrik menarik awan itu tinggi ke langit namun tidak ada angin kencang yang meniupkan awan itu. Alhasil awan berbentuk jamur pun berbentuk.

Foto awan jamur juga dibagikan Kantor Layanan Cuaca Nasional San Diego kemarin. Tetapi foto yang dibagikan itu tidak memiliki pencahayaan yang sama dengan awan di Las Vegas.

Salah satu pengguna Twitter menulis "ketika Anda tinggal di kota sejauh 65 mil dari situs pengujian bom nuklir, awan berbentuk aneh dapat membuatmu stres."

Juga tulis akun lain "apa ini?! Di langit Las Vegas!!! Awan jamur?"

"Matahari terbenam di Las Vegas terlihat seperti awan jamur nuklir," tulis akun lain.

Sebelumnya keberadaan awan jamur di Las Vegas adalah hal yang lumrah, sebab negara bagian Nevada di mana Kota Las Vegas berada, sering dijadikan tempat pengujian senjata nuklir.

Dahulu, pemerintah AS melakukan pengujian senjata nuklir di lokasi bernama Situs Uji Nevada. Pemerintah AS sendiri melakukan pengujian senjata nuklir di lokasi itu selama 4 dasawarsa.

Awan jamur hasil ledakan nuklir pun sering terlihat dan menjadi daya tarik wisatawan di sekitar Kota Las Vegas.

Namun setelah ratifikasi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Sebagian pada 1963, pemerintah AS berjanji untuk tidak melakukan uji coba nuklir. Tetapi AS masih melakukan uji coba ledak nuklir bawah tanah pada September 1992.

Seluruh uji coba peledakan senjata nuklir pun dihentikan pemerintah AS melalui Perjanjian Larangan Uji Coba Komprehensif pada 1996.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]