Warga Lenteng Agung Geruduk Jokowi

TEMPO.CO, Jakarta -  Warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menggeruduk kantor Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Mereka ingin meminta kejelasan soal pembangunan Apartemen LA City di Lenteng Agung.

"Apartemen itu dibangun di daerah resapan air," kata Koordinator Forum Peduli Lingkungan Lenteng Agung, Bisri Musthafa, seusai menemui Jokowi, sapaan akrab mantan Wali Kota Solo ini di Balai Kota pada Rabu, 3 Juli 2013. Bisri merujuk pada peta peruntukan lahan dalam Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2012 tentang Ruang Terbuka Hijau.

Dalam peta tata guna wilayah tersebut, kawasan yang akan dibangun apartemen itu, masuk kategori penyempurna hijau umum atau resapan. Bentuk kawasan ini adalah cekungan, permukiman warga ada di sekitarnya dan hanya dipisahkan jalan raya.

Bisri mengatakan setelah ada pembangunan yang dimulai sejak Maret 2011 lalu, warga banyak mengeluh. Warga menilai air tanah yang semakin berkurang sehingga tanah warga ambles.

"Selain itu alat berat yang berseliweran juga meresahkan warga," ujar Bisri. Warga menuduh  pembangunan apartemen ini tidak sesuai dengan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). "Karena warga tidak pernah diajak berembug."

Usai pertemuan, kepada wartawan Jokowi menjelaskan bahwa pertemuannya dengan warga Lenteng Agung semata untuk klarifikasi. "Mereka mengira pembangunan apartemen itu belum ada izin," katanya.

Berdasarkan keterangan Dinas P2B, kata Jokowi, izin pembangunan apartemen itu sudah lengkap. "Nanti saya cek lagi di lapangan," ujarnya.

SYAILENDRA

Topik Terhangat:

Tarif Progresif KRL | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | PKS Didepak? | Puncak HUT Jakarta

Berita Terpopuler:

PAN Tolak RUU Ormas, 'Pecat Besan!' 

Ada SBY, Tepuk Tangan Meriahnya untuk Jokowi

Rumah Banyak, Satu yang Jadi Favorit Djoko Susilo

Suswono: Bodohnya Pengusaha Bisa Dibohongi AF

Demonstran Wanita 'Diraba-raba' di Tahrir Square 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.