Warga Lumajang Sulap Limbah Bambu Jadi Lukisan Sketsa Wajah

Merdeka.com - Merdeka.com - Gambar wajah sejumlah tokoh publik terpampang di sepanjang tembok tempat kerjanya. Guratan wajah itu terukir di atas susunan potongan batang-batang bambu. Tampak wajah Presiden Pertama Soekarno, Seniman Sujiwo Tedjo, Ulama Habib Syech, serta sejumlah sketsa yang belum diambil pemesannya.

Karya seni tersebut merupakan hasil kreativitas Risko Agus Purwanto, pemuda asal Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Dia memanfaatkan limbah bambu yang disulap menjadi karya lukisan dua dimensi.

Berawal dari keresahan Risko melihat banyaknya limbah bambu di belakang rumahnya, pria 25 tahun ini memanfaatkannya menjadi lukisan.

"Ide awal saya melihat bambu di belakang rumah saya sangat melimpah, kemudian saya inisiatif membuat lukisan bambu," kata Risko, Senin (9/1).

Kemampuan menggambar dan mengukir itu sebelumnya memang telah dimilikinya sejak duduk di bangku sekolah. Dia mengaku sudah biasa menerima pesanan ukiran kayu.

Untuk membuat lukisan, batang bambu-bambu ini digambar sketsa wajah menggunakan pena menyerupai objek aslinya. Kemudian sketsa wajah itu dipahat perlahan membentuk pola dan tekstur gambar wajah hingga terlihat jelas.

warga lumajang risko agus purwanto
warga lumajang risko agus purwanto

©2023 Merdeka.com

Proses pemahatan ini dilakukan dengan penuh konsentrasi agar karya yang dihasilkan bisa maksimal.

Setelah proses pengukiran selesai, kemudian bambu dipotong dan dibelah memanjang menjadi beberapa bagian. Kemudian potongan-potongan bambu itu ditempel pada frame yang telah disiapkan.

Untuk pengerjaannya, satu lukisan bisa memakan waktu dua sampai tiga hari. Sedangkan harga satu lukisan ini dibanderol sekitar Rp130 ribu sampai Rp150 ribu, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan gambar.

"Cara pembuatannya saya ambil bambu kemudian saya desain wajah lanjut ke proses pengukiran, setelah itu finishing. Satu lukisan pengerjaannya 2-3 hari. Harga per lukisan Rp130-150 ribu," terangnya.

Peminat kreasi lukisan bambu ini sudah merambah ke berbagai kota di Indonesia bahkan mancanegara seperti Hongkong, Taiwan hingga Turki.

"Pemasaran sudah sampai seluruh Indonesia, keluar negeri juga sering, ke Turki satu kali," pungkasnya. [cob]