Warga Mengaku Ragu Pindah ke Marunda

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga Muara Baru, Penjaringan, mengaku masih ragu untuk pindah ke Rusun Marunda, Jakarta Utara, sesuai dengan permintaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Salah seorang warga RT 16 RW 17, Fendi (33), mengaku sudah ikut mendaftar untuk bisa menghuni Rusun Marunda. Namun, dia merasa berat untuk pindah karena telah 10 tahun tinggal di Muara Baru.

"Saya kerja di sini (Muara Baru) juga, meski itu bukan tanah kita melainkan tanah garapan. Tapi kami sudah daftar, nanti lihat dulu tempatnya seperti apa," kata Fendi di lokasi pengungsian di SDN Penjaringan 03-04-05-12, Jakarta, Sabtu.

Fendi juga mengaku lokasi tempat baru di Marunda, Jakarta Utara, cukup jauh untuk ditempuh. Dia juga mengatakan ingin membuktikan fasilitas yang dijanjikan Pemprov DKI seperti televisi, kasur dan kulkas.

"Nanti kita lihat dan minta prosedur sewanya bagaimana," katanya.

Warga lain, Dina (42), juga mengungkapkan hal yang sama. Dia ingin tahu lebih jelas mengenai administrasi penyewaan rusun di Marunda sebelum memutuskan untuk pindah ke sana.

"Administrasi mau tahu dulu, kalau dikasih rumah mau dan harus terjangkau," katanya.

Warga RT 21 RW 17 itu juga mengatakan ingin agar harga yang dipatok bisa sesuai dengan kemampuannya. Terlebih karena saat ini Dina sudah tidak bekerja.

Dia juga mengatakan harus ada kejelasan mengenai fasilitas antar jemput yang dijanjikan, mengingat suaminya masih bekerja di Muara Baru yang letaknya jauh dari Marunda.

"Makanya kalau bisa harganya terjangkau, kalau di atas Rp300.000 tidak kuat," tambahnya.

Belum pasti


Sementara itu,warga RT 22 RW 17 Sukarsih (48) mengungkapkan belum bisa memastikan akan ikut pindah ke Marunda atau tidak. Alasannya adalah karena dia dan suami berat melepaskan pekerjaan dan usahanya di Muara Baru.

Sukarsih juga menuturkan jika tujuan pemerintah merelokasi warga Muara Baru hanya untuk sementara, tidaklah perlu jauh.

"Kalau sementara buat apa pindah jauh-jauh, kalau dsini sudah kering untuk apa pindah," katanya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan Sabtu sore siap menjemput warga Muara Baru yang mengungsi di SDN Penjaringan 03-04-05-12, Jakarta Utara,


"Sore ini, jam tiga saya sediakan bus untuk warga mengungsi ke Rusun Marunda," kata Wakil Gubernur yang kerap disapa Ahok itu.

Ahok menjelaskan bahwa dia ingin agar seluruh warga bisa segera meninggalkan daerah di kawasan Muara Baru dan sekitar Danau Pluit itu.

Alasannya karena Pemerintah Provinsi khawatir jika banjir serupa terjadi lagi dan masyarakat di kawasan itu harus terus mengungsi.

Selain itu, normalisasi Waduk Pluit juga dipastikan akan menggusur rumah-rumah di bantaran waduk sehingga warga bisa kehilangan tempat tinggal.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.