Warga Mengamuk Saat Langgar PSBB Bogor, Bima Arya: Ikuti Saja Aturannya

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto angkat bicara setelah namanya disebut-sebut oleh Endang (44), pengendara roda empat yang mengamuk saat melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Simpang Empang Kota Bogor, Minggu (3/5/2020).

Menurut Bima, semestinya aturan PSBB diindahkan karena sudah berupa kebijakan untuk kebaikan bersama, yakni menekan angkan penularan Covid-19.

"Semua aturan sudah dipertimbangkan dengan sangat matang. Ini untuk kebaikan semua. Walau tidak enak, tidak nyaman. Kita ikuti saja aturan yang sudah disepakati," kata Bima dikutip dari Antara, Minggu (3/5/2020).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebutkan bahwa tidak ada alasan bagi penumpang kendaraan roda empat untuk tidak menjaga jarak, meski penumpang sepeda motor masih dibolehkan tanpa jarak alias berboncengan saat PSBB.

"Di mobil masih bisa jaga jarak. Dan harus tegas. Sulit kalau dikecualikan suami istri, karena akan rumit soal pembuktian dan lain-lain. Motor tidak ada opsi jaga jarak, dan dengan pertimbangan dibolehkan bagi yang kebutuhan darurat," ujarnya pula.

 

Mengamuk

Sebelumnya, pengendara mobil Endang (44) mengamuk ke petugas di Simpang Empang, Kota Bogor, Minggu (3/5/2020), lantaran enggan memindahkan posisi duduk istrinya ke bangku belakang sesuai aturan PSBB.

"Saya nggak terima, sampaikan ke Bima Arya. Ini prinsip hidup saya, sebaik laki-laki muslim yang menghargai istrinya. Saya tidak mau memindahkan istri saya ke belakang. Saya tidur dengan istri saya, masa di mobil susah, akalnya pakai," kata Endang dengan nada tinggi, dalam cuplikan video yang beredar di media sosial.

Pria yang mengenakan kaos hitam dan celana jins itu mengaku kecewa dengan aturan PSBB yang melarang istrinya duduk di kursi depan mobilnya, dengan alasan menjaga jarak. Pasalnya, aturan lainnya membolehkan pengendara sepeda motor berboncengan, dengan catatan satu tempat tinggal.

Saksikan video pilihan di bawah ini: