Warga Nigeria Diburu Polisi karena Diduga Menganiaya Orang di Bali

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepolisian Sektor Kuta Utara, Bali, sedang mengejar dan menyelidiki keterlibatan warga negara asing (WNA) asal Nigeria berinisial HCY terkait dugaan kasus penganiayaan terhadap WNI.

"Terlapor berinisial HCY dan kami masih melakukan penyelidikan terkait dengan keberadaannya. Laporannya sudah kami terima Jumat (27/08) lalu," kata Kepala Polsek Kuta Utara AKP Putu Diah Kurniawandari saat ditemui di Polres Badung, Senin, 30 Agustus 2021.

Ia mengatakan saat ini masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti terkait kasus ini. Dia menyebut identitas dari terduga pelaku juga belum lengkap sehingga dalam penyelidikan ini turut melibatkan pihak Imigrasi Bali.

"Terkait ada atau tidaknya indikasi terlapor ini keluar Bali, sementara belum ya karena kami akan koordinasi dengan pihak imigrasi terkait dengan data ini. Karena kemarin melalui telepon data terlapor tidak terdaftar di Imigrasi," katanya.

Diah menegaskan bahwa saat ini korban sudah diperiksa dan sedang menjalani pengobatan akibat luka-luka pada bagian wajah.

Terkait hubungan terlapor dengan korban, Diah mengatakan, keduanya memiliki hubungan asmara.

"Masih kami dalami saat ini, kalau ada perbedaan keterangan, ya, belum bisa disebutkan banyak, karena baru dari satu pihak saja (korban). Diduga penganiayaan karena korban ada luka di wajah. Namun, penyebab dan siapa yang melakukan itu akan digali," katanya.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk mengatakan bahwa nama dari terduga pelaku tidak tercantum dalam sistem data keimigrasian.

Hingga saat ini, kata Jamaruli, masih dilakukan pencarian bersama dengan pihak kepolisian, terkait keberadaan terduga pelaku.

"Setelah dicari sesuai nama tersebut bahwa tidak tercantum nama tersebut di sistem data keimigrasian, dan dari pihak imigrasi tetap berupaya untuk mencari WNA itu tentunya dengan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Pihak Imigrasi sudah menghubungi pelapor yang ada atau tercantum di medsos itu tapi belum ada respon," ujarnya.

Sebelumnya viral di media sosial status Instagram yang menyatakan pencarian terhadap terlapor atas kasus penganiayaan terhadap seorang WNI yang juga diduga kekasihnya.

Dalam status itu menyebutkan bahwa terlapor, setelah melakukan penganiayaan, telah membawa pergi sejumlah uang dan beberapa barang milik korban. Selain itu juga menyebutkan terlapor (HCY) diduga merupakan pendatang gelap. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel