Warga padati Pasar Gembrong berburu mainan anak

Sejumlah warga memadati Pasar Gembrong di Jl. Basuki Rachmat, Jatinegara, Jakarta Timur, untuk berburu mainan anak saat momen libur Lebaran.

Salah satu pembeli, Dedy mengatakan, dirinya sengaja datang ke Pasar Gembrong untuk membeli mainan bagai anaknya.

"Anak kan baru dapat uang THR dari saudara-saudara. Nah, dia melihat teman-temannya pada beli mainan. Makannya kita ajak ke sini," kata Dedy di Jakarta, Rabu.

Dedy menambahkan bahwa ia rutin setiap tahun ke Pasar Gembrong untuk membeli mainan.

Menurut dia variasi mainan anak-anak yang dijual di Pasar Gembrong beragam.

Baca juga: Warga Pasar Gembrong jadikan momen Idul Fitri untuk bangkit

Tak hanya itu, harga yang ditawarkan oleh pedagang di Pasar Gembrong juga masih bersahabat bagi kantongnya.

"Di sini lebih murah, pintar-pintar, kita menawar barang juga. Ini anak saya setelah milih-milih mainan akhirnya beli mainan tembak-tembakan, dapat Rp95 ribu," ujar Dedy.

Sementara itu, salah satu pedagang mainan Pasar Gembrong, Umi mengatakan, bahwa pada Lebaran tahun ini terjadi peningkatan jumlah pembeli bila dibanding hari biasa.

"Dibilang sepi enggak, tapi dibanding tahun lalu menurun. Mungkin karena banyak warga mudik, jadi sekarang agak menurun. Yang penting, dagang masih ada untung, Alhamdulillah," ujar Umi.

Dia mengatakan harga mainan yang dijual di Pasar Gembrong bervariasi, mulai dari puluhan ribu rupiah untuk beberapa mainan plastik hingga jutaan rupiah untuk sepeda motor dan mobil mini listrik.

Baca juga: Warga Pasar Gembrong Shalat Idul Fitri di kolong Tol Becakayu

Sementara itu, Umi mengatakan mainan tembak-tembakan menjadi incaran bagi anak laki-laki, sedangkan untuk anak permukiman rumah boneka dan set mainan dapur banyak digemari.

"Kalau tembak-tembakan ini musiman pas Lebaran saja. Alhamdulillah, hari ini ramai, karena pas hari pertama Lebaran kemarin hujan terus sepanjang hari. Jadi, sempat sepi," kata Umi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel