Warga Pakistan Diminta Kurangi Minum Teh

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Pakistan meminta warga mengurangi minum teh untuk menyelamatkan ekonomi negara.

Menteri senior Ahsan Iqbal mengatakan meminum lebih sedikit teh akan mengurangi biaya impor negara.

Cadangan devisa negara saat ini hanya mencukupi untuk dua bulan impor lagi.

Pakistan adalah negara pengimpor teh terbesar di dunia dengan nilai lebih dari USD 600 juta atau senilai Rp 8,8 triliun tahun lalu.

"Saya memohon kepada seluruh bangsa untuk mengurangi minum teh satu atau dua cangkir karena kita mengimpor teh dengan pinjaman," kata Iqbal, seperti dikutip media Pakistan dan dilansir laman BBC, Rabu (15/6).

Pemerintah juga menyerukan para pedagang menutup lapak mereka pukul 20.30 malam untuk menghemat listrik.

Seruan untuk mengurangi minum teh sudah beredar di media sosial. Warga meragukan masalah keuangan negara ini bisa diatasi dengan mengurangi minum teh.

Cadangan devisa Pakistan merosot dari sekitar USD 16 miliar pada Februari menjadi kurang dari SUD 10 miliar pada pekan pertama Juni, hanya cukup untuk membayar biaya impor selama dua bulan lagi.

Bulan lalu pejabat di Karachi melarang impor puluhan barang mewah untuk menekan pengeluaran.

Krisis ekonomi menjadi tantangan terberat pemerintahan Perdana Menteri Shehbaz Sharif yang menggantikan Imran Khan April lalu.

Tak lama setelah dilantik, Sharif menuding Imran Khan tidak bisa mengurus ekonomi negara dan memperbaikinya menjadi tantangan besar.

Pekan lalu kabinet Sharif menggelontorkan USD 47 miliar untuk meyakinkan Dana Moneter Internasional agar melanjutkan program dana talangan senilai USD 6 miliar. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel