Warga Pati Suspek Cacat Monyet, Dinkes Tunggu Hasil Tes Serum Darah

Merdeka.com - Merdeka.com - Satu orang suspek cacar monyet atau monkeypox merupakan warga Pati, Jawa Tengah. Pasien dilaporkan masih dalam perawatan rumah sakit setempat dan sampel serum darah miliknya pun telah dikirim ke salah satu laboratorium di Jakarta.

"Warga Pati laki-laki. Kita masih tunggu hasil laboratoriumnya, dan kami belum berani memastikan itu cacar monyet atau bukan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati Aviani Tritanti Venusia saat dikonfirmasi, Kamis (4/8).

Dia menyebut kondisi pasien sudah membaik. Namun, dia masih dirawat dan belum diperbolehkan pulang.

"Belum boleh pulang. Sebab menunggu hasil laboratorium di Jakarta (terhadap sampel) yang baru dikirim awal Agustus kemarin. Darahnya serum itu untuk diperiksa apa benar ada virus cacar monyet. Tapi sampai hari ini belum diterima hasilnya," ungkapnya.

Gejala Demam hingga Diare

Sementara gejala yang dialami pasien suspek mengalami demam berkelanjutan. Kemudian, terdapat nyeri kepala, diare, sariawan dan pembengkakan kelenjar getah bening.

"Ceritanya demam di rumah sebelum akhirnya ke rumah sakit. Selebihnya khas seperti cacar monyet, ada cairan, bisa pecah dan kering. Tapi ada lesi (luka)," jelasnya.

Pasien yang suspek ini memiliki pekerjaan sering ke luar kota. Namun, sampai saat ini tidak ada orang lain yang tertular. "Profesinya driver, jadi tidak bersentuhan dengan hewan. Tapi sudah kami lacak semuanya, baik keluarga juga isolasi mandiri saja. Terus belum menemukan dari mana ini virusnya dan ini belum positif, ini suspek atau curiga. Belum ada kepastian," ujarnya.

Terkait penanganan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati sudah menangani sesuai keluhan yang ada sejak pasien dirawat rumah sakit pada 29 Juli 2022. "Kita juga beri tambahan asupan. Sampai sekarang masih dirawat di salah satu RS swasta. Dia pasien suspek, warga Pati," pungkasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel