Warga Pekanbaru: Geng motor Klewang seperti kerajaan

MERDEKA.COM. Nama Klewang belakangan menjadi topik utama pemberitaan hampir seluruh media massa di Indonesia, bahkan antara warga kota Pekanbaru. Pria asal Brebes, Jawa Tengah tersebut membuat nama kota itu tersohor, namun bukan karena aspek positif, melainkan kriminal.

Sepak terjang Klewang yang merupakan jenderal geng motor di Pekanbaru layak disorot media masa. Karena aksi Klewang dan gengnya benar-benar mencengangkan. Sulit dipercaya, seperti sebuah kerajaan, Klewang memiliki beberapa panglima, mata-mata (intel) hingga selir.

"Sampai sekarang saya sulit percaya kalau Klewang itu ada di Pekanbaru. Perilakunya seperti tidak nyata. Klewang menganggap dirinya seperti seorang Raja, Biadab!" tutur Susi, warga kecamatan Rumbai, Pekanbaru kepada merdeka.com, Kamis (16/5).

Senada, Indra Kurniawan, warga Pasar Pagi Arengka, mengapresiasi Polresta yang telah menangkap "tuan besar" geng motor itu. "Klewang sungguh sangat meresahkan masyarakat, tindakannya sudah di luar batas, mulai dari mendoktrin para remaja, sampai pada memeras remaja yang dididiknya menjadi anggota geng motor brutal, "ungkapnya.

Pasalnya, Klewang mewajibkan setiap anggota Geng motor membayar 5 ribu per minggu, sedangkan anggota geng motor berjumlah 500 orang itu tersebar di beberapa daerah di Riau. Lebih parah lagi, Klewang mengajarkan para remaja menggelar seks bebas dan memerkosa korbannya.

"Waduh, benar-benar miris saya mendengar kisah geng motor di Pekanbaru. Tak habis pikir, saya sangat mendukung tindakan aparat kepolisian yang menindak habis anggota geng motor sampai ke akar-akarnya," keluhnya.

Dia menambahkan, Klewang sebaiknya dihukum dengan pasal berlapis, seperti tindakan kriminal yang banyak dilakukannya. "Jika tidak dihukum berat, akan muncul klewang-klewang lainnya," ujarnya lagi.

Indra menanyakan tokoh kepemudaan, sebab tugas untuk meluruskan tingkah laku para remaja bukan hanya tugas polisi. "Ke mana organisasi-organisasi kemasyarakatan (ormas) selama ini, sudah setahun geng motor ini berjalan di Pekanbaru, fungsi Rukun warga (RW), Rukun Tetangga (RT) pun tidak efisien, guru-guru di sekolah tempat belajar sebagian anggota geng motor seperti tak berhasil mendidik para siswanya, sungguh miris sekali," lanjut Indra.

Indra berharap Polresta Pekanbaru meningkatkan kinerjanya dalam memerangi geng motor. "Kita sebagai warga pekanbaru mendukung tindakan tegas aparat untuk menindak habis Klewang dan seluruh anggotanya yang menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat Pekanbaru," ungkapnya.

Sebagai catatan, perilaku Klewang dan geng motornya memang luar biasa menyimpang. Dari catatan kepolisian, mereka terlibat dalam pengrusakan, perampokan, pengeroyokan dan pemerkosaan. Sementara sesama anggota geng motor terbiasa dengan seks bebas.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.