Warga Perbatasan Lebanon Halangi Jalan Menuju Suriah

Beirut (ANTARA/Xinhua-OANA) - Warga di kota kecil perbatasan Lebanon utara menghalangi jalan menuju Suriah, Rabu (13/2), guna mencegah truk bahan bakar melintasi ke dalam wilayah Suriah.

Stasiun Lebanese Broadcasting Corporation International (LBCI) melaporkan pemrotes dari Kota Kecil Arida, yang memiliki pos penyeberangan ke Suriah, menghalangi satu jalan raya internasional dengan batu dan kawat berduri pada pagi hari.

Mereka menduga terjadi penyelundupan minyak dan bahan bakar diesel ke negara tetangga mereka itu.

Jalan tersebut dibuka kembali sekitar pukul 14.00 waktu setempat, setelah anggota parlemen Moeen al-Merehbi, dari gerakan oposisi Almustaqbal, berunding dengan warga, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis pagi.

Jalan menuju pos penyeberangan perbatasan al-Abboudiyeh itu juga dihalangi di kedua arah, tapi belakangan dibuka kembali pada hari yang sama untuk hanya beberapa truk yang membawa produk pangan, kata laporan itu.

Protes tersebut dilancarkan sehari setelah Kementerian Energi menyatakan laporan mengenai penyelundupan palsu yang disiarkan untuk tujuan politik.

Kementerian itu menyatakan Pemerintah Lebanon tak terikat komitmen pada sanksi internasional yang dijatuhkan atas Suriah. "Banyaknya truk yang mengangkut berbagai jenis makanan di perbatasan adalah bukti bahwa sanksi ini tidak mengikat," katanya.

Pada Selasa (5/2), Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri menyeru para ketua parlemen negara lain agar mengambil sikap jelas dan tegas dengan menolak tindakan bermusuhan Israel dan terorisme resminya yang diwujudkan lewat serangan udara terhadap satu pusat penelitian Suriah.

Ia menyerukan solidaritas buat Suriah dan peningkatan kestabilannya serta mempertahankan integritas wilayah, rakyat serta lembaganya.

Pada Rabu (30/1), beberapa jet tempur Israel menyusup dengan menghindari radar ke dalam wilayah Suriah dan menyerang pusat di Jumraya. Para pejabat Barat mengatakan serangan udara tersebut "ditujukan kepada iring-iringan yang membawa senjata dari Suriah ke Lebanon serta pusat penelitian itu, yang menjadi asal rombongan tersebut".(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.