Warga Pilih Potong Hewan Kurban di Masjid, Omzet RPH Semarang Menurun

Merdeka.com - Merdeka.com - Rumah Potong Hewan (RPH) Penggaron Kota Semarang menyatakan pemotongan hewan kurban tahun ini menurun hingga 24 persen ketimbang tahun lalu. Penurunan permintaan karena kondisi Covid-19 sudah mereda sehingga banyak warga melakukan pemotongan secara mandiri di masjid-masjid.

"Tahun lalu bisa sampai 250 ekor, tapi sekarang hanya sekitar 190 hewan kurban. Mungkin masyarakat berpikir Covid-19 sudah normal. Mereka memilih pemotongan di masjid daripada di RPH," kata Kepala RPH Penggaron Kota Semarang Ika Nurawati, Minggu (10/7).

Meskipun jumlahnya menurun, pihaknya tidak membatasi jumlah penyembelihan. Pemotongan hewan kurban disesuaikan dengan kapasitas RPH 70 ekor per hari.

"Jadi pemotongan dilanjut pada Senin atau Selasa karena kuotanya sudah banyak," ungkapnya.

Siapkan Ratusan Pekerja

Pihaknya menekankan agar masyarakat memperhatikan pentingnya surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) sebelum hewan akan dipotong di RPH.

Surat tersebut menjadi syarat utama yang diwajibkan RPH Penggaron sehari sebelum melakukan pemotongan hewan kurban.

"Harus ada SKKH H-1, daftar langsung ke RPH, dan ambil jadwalnya," jelasnya.

Pihak RPH juga menyiapkan ratusan pekerja yang bertugas untuk pemotongan dan kulit hewan kurban.

"Selain karyawan, ada petugas tenaga kulit 30 orang, dan pemotongan 70 orang," ujarnya.

Walaupun demikian, pihaknya masih memberikan kesempatan bagi masyarakat yang akan melakukan pemotongan hewan khusus kebutuhan daging pasar.

"Jadi kami juga masih melayani pemotongan untuk kebutuhan daging pasar datang lebih awal pukul 06.00 WIB, sebab pukul 07.00 WIB sudah dimulai pemotongan kurban," tandasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel