Warga Protes Rencana Kenaikan Tarif PDAM Tirta Bhagasasi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Bekasi - Rencana kenaikan tarif PDAM Tirta Bhagasasi, Cikarang Pusat, mendapat protes keras dari masyarakat yang mayoritas merupakan konsumen perusahaan air minum daerah Kota dan Kabupaten Bekasi itu.

Puluhan massa yang berunjuk rasa di depan Kantor PDAM Tirta Bhagasasi di Jalan Inspeksi Kalimalang, meminta rencana kenaikan tarif dibatalkan karena dinilai merugikan.

"Kami sangat kecewa dan prihatin atas apa yang akan dilakukan dan direncanakan oleh PDAM," kata koordinator aksi, Jaelani Nurseha, Rabu (11/11/2020).

Menurutnya, kenaikan tarif sangat memberatkan konsumen, terlebih mereka yang terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, kata dia, sebelum memutuskan untuk menaikkan tarif, pihak PDAM dan pemerintah daerah semestinya fokus terhadap perbaikan layanan yang dianggap belum maksimal.

"Selain itu kami minta agar PDAM Tirta Bhagasasi terbuka soal mekanisme kenaikkan tarif. Jangan sampai ada yang dilompati dan tertutup mengakibatkan pelanggan murka," tegas Jaelani.

Bertentangan dengan MK

Selain menolak rencana kenaikan tarif, massa juga menuntut agar secepatnya dibuatkan regulasi terkait Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) oleh Water Treatment Plan (WTP) swasta. Hal ini guna membatasi ruang gerak swasta, yang selama ini banyak yang menjual air langsung ke para pelanggan.

Tindakan pihak swasta tersebut dianggap bertentangan dengan putusan MK nomor 85/PUU-XI/2003 yang menghapus keberadaan seluruh pasal dalam Undang-Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (SDA).

"Harusnya jual air baku dulu ke PDAM yang akan menjual lagi ke pelanggan," imbuhnya.

PDAM Tirta Bhagasasi disebutkan melakukan kenaikan tarif tanpa adanya rekomendasi dari forum pelanggan. Sementara untuk proses yang berkaitan dengan kenaikan tarif, diharuskan mendapat rekomendasi dari forum pelanggan.

Saksikan video pilihan di bawah ini: